Mau Indonesia Maju? Ini Tiga Kunci Versi Dedi Mulyadi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menyampaikan Pidato Kebudayaan di hadapan 700 peserta Forum Pemimpin Muda Dunia yang berasal dari 90 negara di markas PBB New York, Amerika Serikat, 18 Agustus 2015. TEMPO/Nanang Sutisna

    Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menyampaikan Pidato Kebudayaan di hadapan 700 peserta Forum Pemimpin Muda Dunia yang berasal dari 90 negara di markas PBB New York, Amerika Serikat, 18 Agustus 2015. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Purwakarta - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, optimistis Indonesia akan terus berkembang menjadi sebuah negara maju dan disegani di dunia. "Saya sangat optimistis," katanya saat ditanya soal harapan Indonesia setelah 71 tahun merdeka, di Purwakarta, Rabu, 17 Agustus 2016.

    Untuk mencapai hal itu, kata Dedi, semua pihak harus mau merombak sikap dan perilaku agar bisa menunjang kemandirian bangsa dalam segala bidang. "Kita harus mandiri dalam soal pengadaan pangan: susu, daging, telur, beras, termasuk kekuatan laut, manufaktur, dan persenjataan," Dedi menjelaskan.

    Kunci kedua untuk mencapai aspek kemandirian tersebut, menurut Dedi, bisa dicapai dengan cara membenahi dunia pendidikan. "Kan esensi dasarnya ada pada peningkatan sumber daya manusia," ujarnya.

    Pembenahan bidang pendidikan nasional tersebut, Dedi berujar, jangan lagi berdasarkan doktrin dan buku-buku bacaan semata, melainkan harus beralih ke model pendidikan yang aplikatif.

    Misalnya, semua anak lulusan sekolah di semua jenjang pendidikan harus sudah memiliki keterampilan yang mendorong kepada kemandirian. "Kami di Purwakarta, misalnya, di setiap jenjang pendidikan menyiapkan keterampilan pertanian dan peternakan," kata Dedi.

    Para pelajar yang senang bertani langsung diterjunkan ke sawah, dari menanam padi, memeliharanya, hingga panen. Ada pun yang menggandrungi bidang peternakan, mereka diberikan bantuan masing-masing satu ekor kambing, domba, atau sapi untuk digembala, diurus, dan dikembangbiakkan. "Dan menjualnya jika sudah waktunya. Jadi, begitu keluar sekolah, mereka sudah mandiri dan menjadi pengusaha," katanya.

    Kunci ketiga dari Bupati yang getol mendorong penghargaan atas budaya lokal ini adalah pentingnya masyarakat Indonesia sama-sama memerangi konsumerisme yang dinilainya sudah menjalar dari hulu sampai hilir. "Konsumerisme adalah lawan paling berat dalam mengejawantahkan kemandirian bangsa Indonesia," kata Dedi.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.