Pemerintah Bangun LP Wanita Baru di Jawa Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. prolife.org.nz

    Ilustrasi. prolife.org.nz

    TEMPO.COSurabaya - Pemerintah akan membangun Lembaga Pemasyarakatan (LP) khusus wanita baru di Jawa Timur. Tujuannya, selain mengatasi kurangnya kapasitas, agar para narapidana ataupun tahanan wanita tidak menjadi korban kekerasan di dalam LP umum.

    Hal itu dikemukakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur Budi Sulaksana. Menurut dia, di dalam LP ataupun rumah tahanan (rutan) terdapat banyak narapidana dan tahanan wanita. 

    "Di dalam LP banyak dihuni wanita. Kalau ada kerusuhan dan pemerkosaan, bisa ribut semua," kata Budi setelah mengumumkan remisi Hari Kemerdekaan RI ke-71 di LP Kelas I Surabaya di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Selasa, 16 Agustus 2016.

    Menurut Budi, saat ini tercatat ada 19.445 narapidana dan tahanan. Mereka tersebar di 38 LP dan rutan yang ada di Jawa Timur. Jumlah itu dinilai sudah melampaui kapasitas masing-masing LP dan rutan.

    Budi menjelaskan, pembangunan LP baru khusus wanita itu akan dimulai pada 2017. Ia belum bisa memastikan waktu pasti dimulainya pembangunan. Keputusan Menteri Hukum dan HAM ihwal pembangunan LP baru untuk wanita itu sudah ada. “Berapa biayanya, belum diputuskan, tapi pasti dibangun tahun depan,” ujarnya.

    Sesuai dengan rencana, pembangunan LP khusus wanita itu dilakukan di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Lokasinya berada di sebelah Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng. Bangunannya dirancang bertingkat dua dengan kapasitas 300 orang.

    Berdasarkan data yang dihimpun Tempo, saat ini di Jawa Timur baru ada satu penjara khusus wanita, yakni LP Wanita Kelas II-A Malang, yang berlokasi di Jalan Kebonsari. Penjara ini diresmikan pada 16 Maret 1987 dan dibangun di atas lahan 13.780 meter persegi dengan luas bangunan 4.107 meter persegi. Kapasitasnya 164 orang. Saat ini penjara tersebut dihuni lebih dari 300 orang.

    Selain tambahan LP khusus wanita, akan dibangun LP khusus untuk menampung narapidana kasus terorisme. Bangunannya juga dirancang bertingkat dua di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Bangunan penjara khusus teroris itu bersebelahan dengan LP khusus wanita, tak jauh dari Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.