Netty: Pola Asuh Bentuk Masa Depan Anak

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Netty: Pola Asuh Bentuk Masa Depan Anak

    Netty: Pola Asuh Bentuk Masa Depan Anak

    INFO JABAR - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan menyatakan, bangsa tergantung dari bagaimana pola asuh orangtua terhadap anak.  "Tanggung jawab pengasuhan, pendidikan dan perlindungan ada pada Bapak dan Ibu, bukan Ibu saja," ujar Netty pada Parenting Indonesia Scout Challenge West Java di Gedung Assakinah Kabupaten Cianjur, pada Selasa, 9 Agustus 2016.

    "Saya teringat ketika dulu awal menikah dengan Kang Aher bahwa mendidik anak itu dengan APA. Dengan memberikan Arahan, memberikan Pilihan karena setiap anak itu mempunyai kecerdasan dan keistimewaan yang berbeda dan tidak lupa memberikan alasan yang baik dengan tidak mendikte anak," kata Netty.

    Untuk itu, Netty berharap agar orang tua di Jawa Barat dapat menjadi orang tua "sadar" yaitu orang tua yang tahu strategi dan memahami cara mendidik dan mengasuh anak dengan belajar. Bukan menjadi orangtua "nyasar" yang tidak tahu bagaimana cara mendidik anak dan orangtua "bayar" yang menganggap ukuran sukses seseorang dapat dibeli dengan dana yang berkecukupan.

    Sementara itu, Bupati Kabupaten Cianjur Irfan Rivano mengatakan ada sedikit kengerian dengan adanya perkembangan jaman saat ini mengenai permasalahan sosial. Melalui Parenting Gathering ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan penyadaran sebagai orang dalam mengasuh dan mendidik anak dengan benar.

    Selain itu, Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengungkapkan jika semua anak itu unik, otentik dan tidak tergantikan. Oleh sebab itu, proses mendidik anak seharusnya bukan dengan metode kekerasan dan pemaksaan karena pada dasarnya semua anak senang bermain.

    "Maka tugas orangtua harus mempunyai kreatifitas dalam mendidik anak. Dengan cara menyenangkan dan mengedukasi anak akan belajar sambil bermain sehingga potensinya akan berkembang itu yang akan membuatnya nyaman," kata Kak Setto. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.