Rumah Dua Komisioner KPU Muna Dibakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembakaran rumah. woldcnews.com

    Ilustrasi pembakaran rumah. woldcnews.com

    TEMPO.CO, Kendari - Dua rumah komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, dibakar orang tak dikenal. Rumah yang dibakar adalah kediaman Ketua KPU Muna Laode Amin Rambega dan komisioner Andi Arwin sekitar pukul 02.30, Senin, 1 Agustus 2016. "Ya, ada pembakaran. Polisi masih menyelidiki," kata Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara Komisaris Besar Yosi Hariyoso kepada wartawan.

    Rumah Arwin yang terbuat dari bangunan semipermanen seluruhnya ludes dilahap si jago merah. Sedangkan rumah Amin terbakar dapurnya.

    Saat insiden, Amin sedang berada di rumah bersama keluarganya. "Ketua KPU Muna sempat mencium bau hangus dan lekas mengamankan diri setelah lihat ada api."

    Sedangkan rumah Arwin dalam kondisi kosong karena dia dan keluarganya sedang berada di rumah orang tuanya. Rumah Arwin dijaga dua asisten rumah tangga.

    Menurut Yosi, saat ini lima komisioner KPU Muna bersama keluarga dikawal ketat personel Brimob Polda Sulawesi Tenggara.

    Ketua KPU Sulawesi Tenggara Hidayatullah meminta polisi menjamin keamanan para komisioner KPU Muna bersama keluarganya. "Mereka merasa tertekan, terancam. Ketua KPU Muna, misalnya, saat insiden, di dalam rumah ada istri dan anak-anaknya," ujar Dayat.

    Dayat, yang ditemui di Markas Polda Sulawesi Tenggara untuk melaporkan insiden pembakaran itu, menduga insiden tersebut buntut dari kisruh pemilihan kepala daerah. Ia juga menuding ini bagian dari rencana menggagalkan rapat pleno terbuka oleh KPU Muna setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan pasangan Rusman Emba-Malik Ditu sebagai bupati dan wakil bupati pemenang pilkada. "Insiden ini merupakan aksi untuk menjegal pleno penetapan bupati dan wakil bupati berdasarkan putusan MK pada 27 Juli 2016," tutur Dayat.

    Yosi mengatakan, meski kondisi di Muna kondusif, anggotanya mendeteksi pendukung Baharudin-La Pili, rival Rusman Emba-Malik Ditu, melakukan aksi untuk menggagalkan pleno penetapan KPU yang akan berlangsung Senin sore ini. Untuk itu, polisi menambah sekitar seratus personel Brimob untuk pengamanan.

    Setelah menggelar pilkada serentak 9 Desember 2015 dan dua kali pemungutan suara ulang di Muna, MK memutuskan Rusman Emba-Malik Ditu keluar sebagai pemenang pilkada mengalahkan Baharudin-La Pili.

    ROSNIAWANTY FIKRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?