Kejaksaan Sebut Terpidana Mati Jilid III Terkait Narkoba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman, berdoa saat akan menjalani sidang PK lanjutan di Pengadilan Negeri Cilacap, Jateng, 1 Juni 2016. ANTARA FOTO

    Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman, berdoa saat akan menjalani sidang PK lanjutan di Pengadilan Negeri Cilacap, Jateng, 1 Juni 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Mohammad Rum mengatakan bisa jadi narapidana yang akan dieksekusi mati jilid ketiga semuanya terkait dengan kasus narkotik. "Freddy Budiman adalah salah satu yang kami persiapkan," ucapnya di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Juli 2016.

    Rum menjelaskan, hal yang dipersiapkan dalam pelaksanaan hukuman mati bagi Freddy Budiman di antaranya administrasi, koordinasi Kejaksaan dengan kepolisian, klinik kesehatan, lembaga pemasyarakatan, dan keluarga Freddy.

    "Kemarin, kami sudah berusaha memperoleh surat putusan PK (peninjauan kembali) Freddy," ujar Rum.

    Namun, tutur dia, Freddy belum bisa dipastikan bakal dieksekusi atau tidak. "Kami sudah mempersiapkan, tapi belum bisa dipastikan," ucapnya.

    Rum mengatakan terpidana mati yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah, berjumlah 40-an orang. Terpidana mati yang akan dieksekusi sebagian besar juga sudah berada di sana.

    Dia mencatat, ada 152 terpidana hukuman mati di Indonesia. Mereka terdiri atas 92 napi kasus pembunuhan, 2 napi terorisme, dan 58 napi narkotik. "Kira-kita segitu. Yang akan dieksekusi adalah yang sudah selesai pelaksanaan hak-hak hukumnya," ujar Rum.

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.