Jumlah Penduduk Miskin di Perkotaan Jawa Tengah Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Ilustrasi. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Semarang - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menyebutkan angka kemiskinan penduduk Jawa Tengah dalam hitungan September 2015 hingga Maret 2016 meningkat. Selama September 2015 hingga Maret 2016, penduduk miskin perkotaan naik 34,51 ribu orang. Dari 1.789,57 orang menjadi 1.824,08.

    “Meski tidak tajam, hal itu menunjukkan akses masyarakat untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi masih terhambat,” kata Kepala BPS Jawa Tengah Margo Yuwono, di kantornya, Senin, 18 Juli 2016.

    Meningkatnya jumlah kemiskinan penduduk perkotaan di Jawa Tengah itu berbanding terbalik dengan penduduk miskin di pedesaan yang justru turun pada periode yang sama. BPS mencatat angka kemiskinan penduduk pedesaan berkurang 33,4 ribu orang dari 2.716,21 ribu menjadi 2.682,81 ribu orang.

    Hitungan kumulatif pada periode September 2015 hingga Maret 2016 mencapai 4,507 juta orang atau 13,27 persen atau naik sekitar 1,11 ribu orang. Sebelumnya tercatat 4,506 juta orang atau 13,32 persen.

    Rata-rata garis kemiskinan di Jawa Tengah pada Maret 2016 sebesar Rp 317.348 per kapita per bulan. Angka itu meningkat 2,60 persen dibanding September 2015 sebesar Rp 309.314 per kapita per bulan.

    Margo menjelaskan, kondisi kemiskinan di perkotaan wilayah Jawa Tengah dipengaruhi komoditas non-makanan. Meski komoditas itu juga berpengaruh terhadap masyarakat miskin di pedesaan. “Yang berpengaruh besar terhadap kemiskinan di perkotaan dan pedesaan adalah biaya perumahan dan bahan bensin.”

    Kepala BPS Pusat, Wien Kusdiatmono, dalam siaran telekonferensi secara langsung dengan pejabat BPS Jawa Tengah mengatakan angka kemiskinan paling banyak ada di Jawa, meski persentase rendah karena penduduknya banyak. “Kemiskinan yang ada di Pulau Jawa menunjukkan 6,90 juta orang ada di kota dan 8,07 juta orang di desa,” kata Wien.

    Tercatat, angka kemiskinan di Pulau Jawa pada Maret 2016 turun 10,23 persen dari 14,97 juta. Penurunan itu dinilai akibat pengaruh pembangunan infrastruktur di Jawa. “Pembangunan tol Trans Jawa baru separuh berpengaruh. Apalagi kalau penuh nanti.”

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.