Konferensi Perkotaan PBB Dijadikan Ajang Promosi Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patung Sura dan Baya di Surabaya. Dok. TEMPO/Darmaji

    Patung Sura dan Baya di Surabaya. Dok. TEMPO/Darmaji

    TEMPO.COSurabaya - Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan agenda internasional Preparatory Committee (Prepcom) III for UN Habitat sebagai ajang promosi semua pesona Kota Surabaya. Karena itu, Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan berbagai agenda untuk menonjolkan potensi yang dimiliki, seperti perkampungan, kuliner, serta produk usaha kecil dan menengah (UKM).

    “Bu Wali (Risma) selalu mengimbau agar memanfaatkan peristiwa ini sebaik mungkin. Semua pesona Surabaya harus ditonjolkan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati dalam konferensi pers di Graha Sawunggaling, Gedung Pemerintah Kota Surabaya, Kamis, 14 Juli 2016.

    Menurut Wiwiek, penduduk Surabaya harus memanfaatkan kesempatan emas dari agenda internasional ini. Warga juga diimbau agar selalu ramah ketika menyambut ribuan tamu yang akan datang ke Kota Surabaya. “Surabaya memang tidak dianugerahi potensi yang bersifat alamiah. Namun Surabaya punya keunikan dalam sosial budaya.”

    Berbagai potensi itulah yang akan diekspos secara simultan selama ribuan tamu itu berada di Surabaya. Akan ditunjukkan bahwa Surabaya mampu menangani acara bertaraf internasional, sehingga bisa menjadi modal untuk menyelenggarakan acara lain. “Sukses di sini akan bisa mengukuhkan Surabaya sebagai MICE (Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions) Indonesia,” kata Wiwiek.

    Pakar tata kota Johan Silas menyarankan agar acara ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Surabaya. Sebab, acara yang hanya digelar 20 tahun sekali itu bisa jadi tidak akan terulang lagi di Surabaya. “Surabaya sudah punya modal yang bagus, tinggal masyarakatnya yang harus mengimbanginya,” katanya saat jumpa pers.

    Guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini juga mengimbau warga bisa ramah menyambut ribuan tamu dan berperilaku sebaik-baiknya. Contohnya, apabila ada tamu yang membeli barang, harganya jangan sampai dimainkan dengan harga yang lebih mahal, atau ketika naik taksi, jangan diputar-putar rutenya untuk menambah argo. “Hal semacam ini akan mencoreng Surabaya. Jadi warga memang harus ikut andil dalam acara internasional ini,” ujar Johan. 

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.