Arus Balik, Jonan Tinjau Pelabuhan Padang Bai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhub Ignasius Jonan mengenakan kacamata hitam saat sidak di Stasiun Banyuwangi Baru, Banyuwangi, Jawa Timur, 16 Juni 2016. Menteri Jonan mengatakan, armada transportasi yang tidak laik jalan dilarang beroperasi saat mudik dan balik Lebaran 2016. ANTARA/Budi Candra Setya

    Menhub Ignasius Jonan mengenakan kacamata hitam saat sidak di Stasiun Banyuwangi Baru, Banyuwangi, Jawa Timur, 16 Juni 2016. Menteri Jonan mengatakan, armada transportasi yang tidak laik jalan dilarang beroperasi saat mudik dan balik Lebaran 2016. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Mataram - Menteri Perhubungan Ignatius Jonan dijadwalkan meninjau arus balik Lebaran di Pelabuhan Penyeberangan Padang Bai Bali, Selasa, 12 Juli 2016. Di sana, Jonan  akan memantau pemeriksaan KTP dan identitas lain, selain memeriksa pemberlakuan manifes penumpang dan penimbangan kendaraan. Jonan juga akan memeriksa penerapan ketinggian muatan kendaraan angkutan barang yang hendak menyeberang ke Lombok.

    “Pak Jonan akan memantau pemeriksaan identitas calon penumpang dan ketentuan angkutan barang,” kata Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Padang Bai Bali, Wayan Rosta, kepada Tempo, Senin, 11 Juli 2016.

    Sebenarnya, sesuai dengan aturan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Bali sejak peristiwa  bom beberapa waktu lalu, setiap penumpang yang datang wajib melalui pemeriksaan identitas. Pernah terjadi penumpang kapal feri yang datang dari Lombok dikembalikan karena tidak memiliki kartu pengenal. “Sebenarnya sudah lama diterapkan,” ucap Wayan.

    Peningkatan jumlah penumpang pada masa arus balik di Pelabuhan Padang Bai Bali belum tampak hingga H+4. Hanya ada dua unit bus dan truk besar yang akan menyeberang ke Lombok. “Sepi yang menyeberang,” ucap Wayan.

    Dari data, pada H+1, Jumat, 8 Juli,2016, jumlah penumpang turun 25 persen, sementara golongan kendaraan besar (II) turun 15 persen dan kendaraan kecil (IV) turun 25 persen.

    Dibanding periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang turun dari 482 menjadi 353  orang. Sedangkan golongan II turun dari 628 menjadi 528 dan golongan IV turun dari 318 menjadi 235 unit kendaraan.

    Di Pelabuhan Penyeberangan Lembar Lombok, dari data pada Ahad pagi, 10 Juli 2016, pukul 08.oo, seperti dikutip Humas ASDP Lembar, Dheny Nurdiyana Putra, total penumpang mencapai 5.014 orang, hampir sama dengan tahun lalu, yakni 5.010 orang. Jumlah ini terdiri atas 508 orang pejalan kaki, yang jumlahnya naik 19 persen dibanding tahun lalu 426 orang, serta penumpang kendaraan 4.506 orang, turun 32 persen dibanding tahun lalu, yakni 4.584 orang.

    Lalu, jumlah sepeda motor 1.355 unit atau naik 6 persen dibanding tahun lalu, yakni 1.282 unit. Jumlah kendaraan roda empat  (kecil) turun 4 persen dari 262 menjadi  251 unit. Jumlah bus turun 21 persen dari 19 menjadi 15 unit. Total kendaraan roda empat turun dibanding periode yang sama pada tahun lalu, yakni dari 434 menjadi 409 unit.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.