IPW Desak Jokowi Usut Sebab Kemacetan di Tol Brebes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial kendaraan mengantre di jalan tol Pejagan ke arah pintu keluar tol Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, 1 Juli 2016. Jalur mudik mulai dipadati kendaraan pada H-5 Lebaran, dengan prediksi puncak kemacetan pada H-4 Lebaran. ANTARA FOTO

    Foto aerial kendaraan mengantre di jalan tol Pejagan ke arah pintu keluar tol Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, 1 Juli 2016. Jalur mudik mulai dipadati kendaraan pada H-5 Lebaran, dengan prediksi puncak kemacetan pada H-4 Lebaran. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Surabaya - Pengusutan untuk mengungkapkan apakah penyebab kemacetan akibat ketidakbecusan polisi atau ada unsur kesengajaan terkait engan naiknya Komisaris Jenderal Tito Karnavian sebagai Kapolri

    Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mendesak kasus kemacetan di 'jalur neraka' tol Brebes diusut tuntas. Apalagi dalam kemacetan itu ada beberapa pemudik yang meninggal.

    "Presiden Jokowi harus mengusut tuntas," ujar Neta melalui pesan Whatsapp kepada Tempo, Sabtu, 9 Juli 2016.

    Dia menjelaskan pengusutan itu akan mengungkapkan apakah penyebab kemacetan akibat ketidakbecusan polisi dalam melakukan rekayasa lalu lintas atau ada unsur kesengajaan semacam sabotase berkaitan dengan naiknya Komisaris Jenderal Tito Karnavian sebagai Kapolri yang "melangkahi" enam angkatan di atasnya. "Lakukan investigasi untuk pengusutan sebab kemacetan itu," katanya.

    Meski begitu, kemacetan itu merupakan tanggung jawab Kakorlantas Polri dan Kapolda Jawa Tengah. Oleh karena itu, IPW meminta kepada Kakorlantas untuk mundur secara ksatria.

    Karena dianggap gagal melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Brebes dan Jawa Tengah, sehingga jalur itu mengalami kemacetan hingga 25 jam lamanya. "Masalah seperti itu tidak bisa dibiarkan," katanya.

    Neta mengatakan adanya kemacetan parah di tol Brebes dengan disertai pemudik yang meninggal menunjukkan bahwa konsep atau kebijak Zero Acident yang di kampanyekan menjelang musim mudik 2016 tidak terlaksana. "Menjadi omong kosong," katanya.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.