Ini Poin Penting Jadi Peneliti

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Semangat dari KJSA sendiri menghasilkan anak yang mampu melihat masalah sekitar dan menemukan solusi.

    Semangat dari KJSA sendiri menghasilkan anak yang mampu melihat masalah sekitar dan menemukan solusi.

    INFO NASIONAL - Dalam proses penjurian Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2016, Dr. L.T. Handoko, Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI sebagai ketua juri menekankan bila kreativitas menjadi poin utama. “Harus ada dulu kreativitas baru seberapa jauh bisa direalisasikan kemudian bagaimana pemanfaatannya,” ujarnya saat proses penjurian di Hotel Atlet Century, Jakarta pada 29 Juni 2016.

    Soal kreativitas sendiri tidak harus yang muluk-muluk. “Tidak perlu jauh jauh, yang simpel saja. Semangat dari KJSA sendiri menghasilkan anak yang mampu melihat masalah sekitar dan menemukan solusi,” tambah Herda Pradsmadji, Head of Corporate Communications and CSR PT Kalbe Farma Tbk. Lebih lanjut Herda mencontohkan satu karya sains pada KJSA periode sebelumnya berupa pembersih telur bebek dengan sabut kelapa.

    “Dalam memancing kreativitas Kalbe juga berinisiatif lewat seminar di Jakarta dan Medan mengundang guru guru tema seminar Meningkatkan Kreativitas Anak untuk Menghasilkan Karya Sains,” ujar Arief Nugroho, Ketua Panitia KJSA 2016.

    Dari 917 karya kreatif yang masuk, para juri memilih 18 finalis, yaitu (1) Leon Immanuel dari SDK 6 BPK Penabur Bandung, (2) Amira Tresnakusuma Aisha dari Sekolah Kuntum Cemerlang Bandung, (3) Aisyah Dinda S & Azizah, Izzah, Kiesha dari SDIT Insantama Bogor, (4) Muhammad Daffa Rizki Ferdiansyah & Alya Salsabila Bisri SD Muhammadiyah 2 Gresik, (5) Nasya Nadhira Ghazyah & Nadiya Rahma Ihsandari dari SD Muhammadiyah Manyar Gresik.

    Kemudian (6) Callista Samantha Dina Charis dari SD Kanisius Jepara, (7) Ahnaf Fauzy Zulkarnain dari SDN Karangrejek II Kab. Gunung Kidul, (8) Octafianus Reno & Isak dari SDN 17 Nanga Bungan Kab. Kapuas Hulu, (9) Lambang Ardi Kusuma  A.R & Luthfi Azizah Khoironi SD Islam Almaarif 01 Singosari Kab. Malang, (10) Muh. Uswah Syukur dari SD Negeri 71 Pare Pare, (11) Davon Perry Nugroho dari SD Kristen Tri Tunggal Semarang,

    Selanjutnya (12) Fayaquna Wardah Islamadina dari SD Islam Al Azhar 29 BSB Semarang, (13) Yesaya Sandya Putra Prabaswara & Josephine Meisya Candrakanti dari SD Kristen Widya Wacana Jamsaren Solo, (14) Ardelia Luthfi Agata & Dewi Febria Adhaneira dari Young Edu Sains Surakarta, (15) Satrio Putro Harijadi & Jeremy Dominic Adestus Gerungan dari SD Yuwati Bhakti Sukabumi, (16) Juan Carlo Vieri & Eugenia Aileen Putrijaya dari SD Intan Permata Hati East Surabaya, (17) M. Attariza Wanggono dari SDIT AT–Taqwa Surabaya, (18) Jeff Nathan Setiawan & Matthew RadityaSidik dari Sekolah Harapan Bangsa Primary Modernhill Tangerang Selatan.

    Karya-karya sains hasil anak-anak kreatif ini antara lain Pompa Sederhana Penekan Tahu (Pascalu), Alat Perontok Jagung Dan Pasah Singkong/Pisang, Tas Payung Serbaguna (Tangguna). Karya kreatif diharapkan bisa menularkan semangat dan menjadi inspirasi agar lebih banyak yang berminat di dunia sains yang bermanfaat di masyarakat. KJSA bukan sekedar seremonial namun kreativitas benar-benar diuji oleh para juri yang kompeten dari LIPI, universitas, praktisi, hingga kementerian. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.