Gara-gara Buang Air Kecil, Buruh Bangunan Bunuh Temannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO/Imam Yunni

    TEMPO.CO, Karawang - Sulaiman, 47 tahun, naik pitam setelah terciprat air kencing Akub Abusawa, 25 tahun. Kedua buruh bangunan itu lalu berkelahi pada Senin sore, 27 Juni 2016. Adu jotos  diakhiri dengan tikaman senjata Akub kepada Sulaiman. Warga Desa Sindangkasih, Kabupaten Purwakarta, itu akhirnya tewas karena luka parah di bagian leher.

    Kepala Kepolisian Resor Karawang Andi Mochammad Dicky Pastika Gading mengaku heran emosi korban langsung tersulut hanya karena masalah sepele. "Pelaku iseng, dia berniat bercanda kepada korban," ujar Dicky saat ditemui di Karawang, Selasa, 28 Juni 2016.

    Akub dan Sulaiman adalah rekan kerja. Mereka berdua sedang mengerjakan sebuah rumah milik Asep Suryaman di Perumahan Umun Gading Elok I, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Kedua buruh bangunan itu adalah perantau. Akub berasal dari Kabupaten Cirebon, sedangkan Sulaiman dari Purwakarta.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Karawang Kota Ajun Komisaris Mangunsong mengatakan pada awalnya, hubungan Akub dan Sulaeman sangat akrab. Namun pada Senin sore itu keadaan berbalik.

    Menurut Mangunsong, Sulaeman sedang duduk termenung di dekat bangunan yang sedang ia kerjakan. Tidak jauh dari tempat duduk Sulaeman, Akub tiba - tiba kencing. “Tumpukan sampah yang ada di samping korban dikencingi pelaku, sehingga membuat korban tersinggung dan naik pitam,” kata Mangunsong.

    Sulaeman yang saat itu marah tiba-tiba menyerang Akub. Mangunsong mengatakan, bersasarkan hasil pemeriksaan, Akub dengan sengaja menikam Sulaiman. Perkelahian keduanya tidak diketahui oleh sesama buruh bangunan di tempat itu. Pembunuhan akhirnya diketahui setelah terdengar ribut - ribut. "Seorang saksi mencabut pisau dari leher korban," ujarnya.

    Sulaeman sempat bertahan setelah menerima dua tusukan di lehernya. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Delima Asih. "Namun, saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Karawang, nyawa korban tak tertolong dan meninggal dunia akibat luka yang terlalu parah di bagian vital,” ungkap Mangunsong.

    Usai kejadian itu, Akub tisak melarikan diri. Dia langsung ditangkap polisi. Petugas dari Polres Karawang dan Polsek Karawang Kota, langsung menggelar olah tempat kejadian perkara pada malam itu.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.