PDIP Optimis UU Tax Amnesty Disahkan Besok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Pimpinan DPR RI di Istana Merdeka, Jakarta, 15 April 2016. Pertemuan untuk mengkonsultasikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Pimpinan DPR RI di Istana Merdeka, Jakarta, 15 April 2016. Pertemuan untuk mengkonsultasikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  hadir ke Istana Kepresidenan hari ini, Senin, 27 Juni 2016. Dalam kunjungan itu, mereka menyampaikan kepada  Presiden Joko Widodo bahwa mereka yakin Undang-undang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan sah dalam sidang paripurna besok.

    "Iya (kami optimis). Kalau nggak selesai besok, kami nggak datang kemari," ujar Bendahara Umum PDIP Olly Dondo Kambey yang mewakili sejumlah ketua Fraksi PDIP di Dewan Perwakilan Rakyat.

    Sebagaimana diketahui, Undang-undang Pengampunan Pajak akan dibahas lebih lanjut pada sidang paripurna besok. Apabila 50 persen plus 1 dari keseluruhan jumlah anggota DPR yang hadir di sidang tersebut setuju dengan Undang-undang Pengampunan Pajak, maka undang-undang itu akan disahkan.

    Baca Juga: Panja RUU Tax Amnesty Capai Kesepakatan Seluruh Pasal

    Olly melanjutkan bahwa RUU Pengampunan Pajak akan memasuki pembahasan akhir oleh DPR dan pemerintah pada sore ini. Dalam pembahasan tersebut, akan disampaikan juga beberapa catatan.

    Meski ada sejumlah catatan, Olly yakin pembahasan UU Pengampunan Pajak selesai besok. Ia mengklaim fraksi-fraksi di Komisi XI, tak hanya dari PDIP, relatif bisa menerima UU Pengampunan Pajak karena diharapkan bisa mendatangkan banyak dana dari luar negeri yang selama ini dipendam.

    Secara terpisah, Ketua Fraksi PDIP di Komisi XI Hendrawa Supratikno mengatakan Presiden Joko Widodo mengharapkan Undang-undang Pengampunan Pajak benar disahkan besok. Sebab, Presiden Joko Widodo mengharapkan ada dana kembali ke Indonesia. "Sehingga perekonomian kita liquid, fiskal kita balik. Itu saja," ujarnya.

    ISTMAN MP



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.