Polantas Lecehkan Pelajar, Gadis Ini Merinding dan Ketakutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Polisi Satuan Lalu Lintas. ANTARA/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Polisi Satuan Lalu Lintas. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.COBatu - Seorang pelajar 16 tahun berinisial SP mengadu ke Kepolisian Resor Batu, Jawa Timur, Jumat, 10 Juni 2016. SP mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan seorang anggota Polres Batu yang bertugas di Satuan Lalu Lintas berinisial DD.

    Korban datang mengadu didampingi keluarganya. Ia mengaku awalnya ditilang oleh polisi di Jalan Dewi Sartika. Selanjutnya, SP yang berboncengan dengan temannya diarahkan ke pos polisi di dekat Alun-alun Batu. SP diminta masuk ke dalam pos. Di dalam pos itu, DD meraba-raba dada korban dan mencium tangannya.

    "Dia tanya-tanya sudah punya pacar belum, sambil meraba-raba," kata SP. Ulah DD lebih nekat dengan menarik SP ke sebuah ruangan gelap. DD memepet badan korban ke tembok dan menciumi wajahnya. Sedangkan anggota kepolisian berinisial AR hanya diam melihat adegan itu. "Saya merinding, ketakutan," ujar SP.

    Atas kejadian itu, Kepala Polres Batu Ajun Komisaris Besar Leonardus Simarmata meminta maaf dan menyampaikan bahwa kasus tersebut ditangani Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Jawa Timur. Peristiwa itu, kata dia, telah mencoreng nama baik kepolisian. "Akan ditindak tegas jika terbukti melakukan perbuatan itu."

    Dugaan pelecehan yang dilakukan polantas bukan kali ini saja. Sebelumnya, kasus serupa dialami DS, 17 tahun. Dia ditilang oleh polisi berinisial EN. Pelaku mengajak DS masuk ke dalam pos polisi di depan Alun-alun Kota Batu. Di dalam pos polisi, EN merayu akan melepas DS asal bersedia bercinta. 

    DS menolak melayani permintaan Brigadir EN tersebut. Dia lantas memilih pulang menumpang angkutan umum dan meminjam uang kepada teman-temannya untuk membayar tilang sebesar Rp 250 ribu. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Propam, tapi perkembangannya belum jelas hingga sekarang.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.