Panik, Kantor Pertamina Semarang Diancam Bom  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan berjaga ketika tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya menyisir lokasi perbelanjaan

    Petugas keamanan berjaga ketika tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya menyisir lokasi perbelanjaan "IKEA" Alam Sutera Tangerang Banten terkait ancaman bom yang diterima pegawai pusat penerangan (call center), Pinang, Tangerang, Banten, 13 April 2016. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Semarang - Kantor PT Pertamina (Persero) pemasaran area Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Kota Semarang diancam mau diledakkan oleh orang tak dikenal, Rabu, 1 Juni 2016.

    Ancaman kantor pelat merah di Jalan Thamrin itu sempat menimbulkan kepanikan pegawai yang sedang bekerja. “Ada informasi ancaman. Tidak spesifik bom, bahasanya mau meledakkan," kata juru bicara Pertamina area pemasaran Jawa Tengah dan Yogyakarta, Suyanto, saat dihubungi Tempo.

    Menurut dia, ancaman itu diterima salah satu pegawai bagian informasi dan teknologi sekitar pukul 07.30 melalui pesan pendek. Pesan singkat itu menyebutkan soal ancaman peledakan di kantor tersebut. Tak mau mengambil risiko, pengelola kantor segera menghubungi pihak kepolisian. Tak lama berselang, tim Gegana Brimob Kepolisian Daerah Jawa Tengah didatangkan ke lokasi.

    "Kami ada prosedur kalau mendapat ancaman, yaitu melapor ke polisi. Responsnya cepat," ucap Suyanto.

    Sejumlah anggota Gegana langsung menyebar dan menyisir kantor tersebut. Namun mereka tidak menemukan benda peledak atau benda mencurigakan. "Tidak ditemukan apa-apa. Tapi kami waspada," tuturnya.

    Hingga pukul 11.00 tadi, masih terdapat sejumlah polisi yang berjaga-jaga di lokasi perkantoran. "Penjagaan tetap dilakukan kepolisian," katanya.

    EDI FAISOL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.