Warga Villa Nusa Indah Minta Pindah, Aher Tegur Bupati Bogor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Ahmad Heryawan membubuhkan cap tangan program pencapaian 70 juta tangan Indonesia sehat di Bandung, Jawa Barat, 16 Oktober 2015. Aksi ini menjadi bagian dari kampanye mencuci tangan pakai sabun yang dilakukan serentak di sejumlah daerah. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Ahmad Heryawan membubuhkan cap tangan program pencapaian 70 juta tangan Indonesia sehat di Bandung, Jawa Barat, 16 Oktober 2015. Aksi ini menjadi bagian dari kampanye mencuci tangan pakai sabun yang dilakukan serentak di sejumlah daerah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku sudah meminta Bupati Bogor Nurhayati agar memperhatikan warganya perumahan Villa Nusa Indah II, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Warga di perumahan tersebut meminta pindah administrasi ke Kota Bekasi. “Sudah dihubungi supaya diperhatikan,” kata Aher di Bandung, Rabu, 25 Mei 2016.

    Aher, sapaan Ahmad Heryawan meminta agar bupati Bogor memberi layanan yang lebih baik lagi pada warga perbatasan itu. Dia beralasan, permintaan pindah administrasi warga itu gara-gara mengeluhkan pelayanan pemerintah daerahnya. “Mari kita koordinasi untuk menyelesaikan keluhan tadi, boleh jadi kalau itu sudah selesai, tidak jadi minta pindah,” kata dia.

    Menurut Aher, meminta pindah wilayah administratif diperbolehkan, tapi prosesnya panjang. “Pindah wilayah administrasi itu tidak sederhana, pindah kecamatan itu urusannya merubah undang-undagn (pembentukan daerah), tidak sederhana, harus ke DPR segala macam,” kata dia.

    Aher mengatakan, solusi terbaik untuk penyelesaian persoalan ini dengan meminta pemerintah Kabupaten Bogor memerikan pelayanan yang lebih baik lagi pada warga perbatasan itu. “Protes tersebut berasal dari persaan mereka, kurang dilayani dengan baik,” kata dia.

    Soal banjir kiriman yang kembali terjadi di wilayah itu, Aher mengaku sudah meminta agar mengirim petugas untuk membantu warga di sana. “Kalau urusan itu langsung ada petugas ktia yagn ke sana,” kata Aher.

    Aher mengatakan, banjir di wilayah pebatasan Bekasi dan Bogor itu terjadi bukan kali pertama. “Meskipun tidak sebesar yang pertama, kita tangani. Penanganan mitigasi bencana alam, dalam arti logsitik segala macam tidak ada persoalan. Kita punya persediaan cukup memadai,” kata dia.

    Menurut Aher, salah satu solusi penyelesaian masalah banjir yang kerap terjadi di kawasan perbatasan itu dengan perbaikan tanggul. “Perbaikan tanggul ini harus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung, anggarannya dari APBN, suapya proporsional ada pembagian tugas di situ,” kata dia. Perbaikan tanggul itu akan dimintanya agar secepatnya dikerjakan .

    Gara-gara kerap tak diperhatikan, warga Vila Nusa Indah beberapa hari terakhir menyuarakan untuk pindah administrasi ke Kota Bekasi. Mereka bahkan telah mengumpulkan tanda tangan untuk kepindahan ke Kota Bekasi. Warga Vila Nusa Indah juga sudah bertemu dengan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

    Sedangkan di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, air nyaris masuk ke permukiman warga. Sebab, debit kiriman air dari Sungai Cikeas dan Cileungsi hampir sama dengan tanggul yang setinggi lima meter. Warga Pondok Gede Permai, Kelik Widyanto, mengatakan debit kiriman air dari Bogor pada dinihari tadi cukup banyak, mencapai 640 sentimeter. "Sisa 20 sentimeter antara air dengan tanggul," katanya.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.