Pasca-Serangan Geng Motor, Lumajang Berstatus Siaga Darurat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi geng motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi geng motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Lumajang - Wakil Kepala Kepolisian Resor Lumajang Komisaris Bambang Setyawan mengatakan status siaga darurat ditetapkan menyusul terjadinya tindak kriminal beruntun yang terjadi di Kabupaten Lumajang sepekan terakhir ini. Untuk itu, kepolisian membentuk tim khusus buru sergap bernama Satuan Tugas Nenggala.

    "Siaga darurat, masih di bawahnya siaga satu," ucap Bambang, Jumat, 20 Mei 2016.

    Dengan pembentukan satgas ini, ujar Bambang, diharapkan bisa mengungkap sejumlah kasus kriminal. Satgas ini terdiri atas enam unit. "Dari semua unit, mulai Satuan Lalu Lintas hingga Sabhara," tuturnya. Satgas tersebut akan dilengkapi alat-alat seperti perekam dan pendeteksi serta bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur.

    Baca: Geng Motor Bacok Anggota DPR dan Tewaskan Seorang Warga

    Bambang berharap Satgas Nenggala bisa mengungkap kasus-kasus yang terjadi. Bambang mengakui adanya peningkatan kriminalitas di Lumajang. Dia mengaku telah menyampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bahwa pengamanan ini tidak hanya tugas polisi, tapi semua pihak. Polisi menengarai adanya peningkatan jumlah pengendara sepeda motor yang masuk Kota Lumajang dari desa-desa pada malam hari. Untuk mengawasinya, polisi menggelar Operasi Patuh. "Nanti kami optimalkan," ucapnya. Bambang menambahkan, tiap malam Minggu, ada patroli skala besar, seperti razia senjata tajam, ,narkotik dan obat-obatan.

    Adapun dalam sepekan terakhir, Kabupaten Lumajang didera sejumlah kasus kriminalitas beruntun, mulai pencurian dengan kekerasan di sejumlah tempat, pengeroyokan, hingga pembunuhan. Terakhir, penyerangan dilakukan kelompok pengendara sepeda motor yang diduga sebagai geng motor di sebuah kedai kopi di Jagalan, Kelurahan Rogotrunan, Kamis dinihari, 19 Mei 2016. Serangan geng motor ini menewaskan satu orang dan melukai empat lain.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Baca juga:
    Karyawati Diperkosa & Dibunuh dengan  Cangkul: Inilah  3 Setan Pemicunya
    Kasus Kopi Maut: Gawat, Ini Alasan Jessica Bisa Lepas!



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.