Indra Golkar: Jangan Dirikan Komunis Lagi, Kasihan Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPP Partai Golkar, Indra Bambang Utoyo. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua DPP Partai Golkar, Indra Bambang Utoyo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Denpasar - Calon Ketua Umum Partai Golongan Karya, Indra Bambang Utoyo, saat sosialisasi di Nusa Dua, Bali, Kamis, 12 Mei 2016, menyatakan melawan ideologi komunisme. Menurut Indra, partai berlambang pohon beringin itu sangat tegas menolak semua hal yang berbau komunisme.

    "Ini Golkar. Seharusnya partai kami yang melawan PKI," katanya di Nusa Dua, Kamis, 12 Mei 2016. "Golkar harus mengusir PKI dari Indonesia."

    Ditemui Tempo seusai sosialisasi, Indra menegaskan, Golkar didirikan untuk melawan semua ideologi di luar Pancasila. Menurut dia, sejak 1960-an, ideologi yang dinilai paling bermasalah adalah komunisme. Apalagi, ucap dia, belakangan ini pelan-pelan ideologi komunisme mulai marak bermunculan dalam berbagai bentuk.

    "Baru-baru ini ada yang mau hidupkan PKI lagi. Itu bukan tempatnya di Indonesia. Kalau mau buat PKI, bukan di Indonesia, usir saja pergi, karena negara kita ini negara Pancasila," ujarnya. "Enggak usahlah mendirikan komunis lagi, bikin capek. Kasihan Pak Jokowi juga."

    Indra mendukung setiap aksi dari aparat keamanan untuk menertibkan semua bentuk ajaran yang berbau komunisme. Ia menilai untuk menghadang merebaknya ajaran komunisme di Indonesia perlu memperkuat pemahaman generasi muda.

    "Memang tidak bisa ditahan perkembangan teknologi dan informasi, jadi yang harus diperkuat negara adalah bagaimana memberikan pengertian kepada anak bangsa ini bahwa kita ini hidup dalam ideologi Pancasila," tuturnya.

    BRAM SETIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.