Empat Awak Kapal Bebas, Sang Ibu Sudah Punya Firasat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ABK WNI korban sandera Abu Sayyaf menaiki kendaraan menuju RSPAD Gatot Subroto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 1 Mei 2016. Saat ini, empat orang ABK WNI yang bekerja di Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi masih dalam tawanan Abu Sayyaf. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    ABK WNI korban sandera Abu Sayyaf menaiki kendaraan menuju RSPAD Gatot Subroto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 1 Mei 2016. Saat ini, empat orang ABK WNI yang bekerja di Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi masih dalam tawanan Abu Sayyaf. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bekasi - Presiden Joko Widodo mengumumkan pembebasan empat orang sandera asal Indonesia yang ditawan kelompok bersenjata di Filipina pada Rabu sore, 11 Mei 2016. Salah satu awak kapal tunda TB Henry yang disandera itu adalah Moch. Ariyanto Misnan.

    Sebelum pembebasan diumumkan, ibunda Ariyanto, Melati Ginting, 52 tahun, mengaku punya firasat. "Hari ini rasanya beda. Saya makan cukup banyak," kata Melati di rumahnya, Taman Narogong Indah, Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu malam.

    Baca juga:
    Inilah 5 Hal  yang Amat Mengerikan di Balik Tragedi Yuyun dan Feb
    Pemerkosa Yuyun: Dibui 10 Tahun, Rok Jadi Bukti, Ini Mereka!

    Padahal, kata ibu dari lima anak ini, sejak anaknya disandera pada 15 April 2016, ia tak doyan makan. Paling banyak, ia makan tiga sendok. "Biasanya lemas, enggak bisa makan," ujar Melati.

    Hari ini ia mengaku seperti ada kontak batin dengan anak ketiganya itu. Jantungnya berdebar-debar, sehingga ia punya firasat jika anaknya akan segera pulang.

    Rupanya, firasat itu terjawab. Pemerintah Indonesia mengumumkan pembebasan empat sandera, sore tadi. Ia mengaku lega, bahkan sampai menangis haru dan bersujud syukur begitu mendapat kabar anaknya telah bebas. "Kami sangat bersyukur anak saya bebas," kata Melati.

    Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri, resmi memberitahukan kepada keluarga ihwal pembebasan itu melalui sambungan telepon sekitar pukul 18.30 WIB. Sejam sebelumnya, pihak perusahaan juga mengabarkan hal yang sama. "Presiden Jokowi mau menjemput ke Filipina," kata Melati, menirukan perwakilan dari pemerintah.

    Melati berterima kasih kepada Presiden Jokowi, Menteri Luar Negeri Retno, Panglima TNI, dan semua pihak yang membebaskan anaknya dari penyandera. Sebab, hampir sebulan anaknya berada di tengah hutan, bersama korban sandera lainnya, menjadi tawanan kelompok militan.

    ADI WARSONO

    Baca juga:
    Pemerkosa Yuyun: Dibui 10 Tahun, Rok Jadi Bukti, Ini Mereka!
    Inilah 5 Hal  yang Amat Mengerikan di Balik Tragedi Yuyun dan Feby


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.