Heboh di Media Asing, Malaikat Turun di Sulawesi Rupanya...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boneka cantik. telegraph

    Boneka cantik. telegraph

    TEMPO.CO, Banggai - Ketika gerhana matahari mencapai Indonesia pada 12 Maret 2016, nelayan bernama Pardin, 21 tahun, mendapatkan boneka cantik di laut. Sebagaimana dikutip dari Metro.co.uk, Minggu, 1 Mei 2016, Pardin mengira boneka itu adalah malaikat. Dia 'menyelamatkan' boneka itu dari air dan membawanya pulang.

    Baca juga:
    Geram, Sonny Tulung Segera 'Telanjangi' Pengganggu Cindy
    Mahasiswa Bunuh Dosen Medan: Inilah Motif dan Sifat Pelaku

    Ibunya menerima dan merawat boneka itu seperti manusia nyata. Boneka itu lalu dikenakan pakaian berbeda setiap hari, termasuk jilbab, sebelum didudukkan di kursi.

    Kabar tentang keberadaan "malaikat cantik" itu, sebagaimana dikutip dari Metro, segera menyebar di Desa Banggai, Sulawesi Tengah, dengan berbagai versi tambahan. Seperti malaikat itu ditemukan terdampar dan sedang menangis, kata media-media lokal.

    Adakah alasan mengapa warga Banggai mempercayai keberadaan malaikat tersebut? Harus diakui bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih melihat gerhana matahari sebagai fenomena spiritual. Tapi cerita tentang malaikat cantik itu berakhir saat cerita tersebut sampai ke telinga polisi setempat. Polisi penasaran dengan cerita kehadiran malaikat yang datang dari surga.

    "Jadi diperiksa oleh salah satu tim kami. Ternyata itu adalah boneka untuk permainan seks," kata Kepala Kepolisian Resor Banggai Kepulauan, Heru Pramukarno. Heru mengatakan polisi telah menyita boneka itu untuk menghindari potensi kontroversi dan terjadinya konflik.

    METRO.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA

    Baca juga:
    Misteri Pembunuhan Mahasiswi UGM Terungkap, Pelaku Ditangkap

    Geram, Sonny Tulung Segera 'Telanjangi' Pengganggu Cindy


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?