Nagari Sulit Air Berusia 195 tahun

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dengan bertambahnya usia daerah Sulit Air, Oesman Sapta mengajak masyarakat bangkit

    Dengan bertambahnya usia daerah Sulit Air, Oesman Sapta mengajak masyarakat bangkit

    INFO MPR - Rakyat Indonesia wajib menjaga nasionalisme juga mencintai dan memahami Empat Pilar MPR. Hal itu dinyatakan oleh Wakil Ketua MPR Oesman Sapta di lapangan  Nagari Sulit Air, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dalam peringatan Hari Jadi Sulit Air ke-195, Sabtu 30 April 2016.

    Dalam peringatan hari ulangtahun ini Oesman mengungkapkan kebahagiaannya bertemu dengan masyarakat Sulit Air. Beberapa tahun yang lalu dia pernah bertemu dengan beberapa warga masyarakat Sulit Air. Sekarang jumlah warganya mencapai ribuan orang.

    Dengan bertambahnya penduduk Sulit Air, Oesman Sapta mengajak masyarakat bangkit. Apalagi usia wilayah ini sudah lama karena telah melakukan perjuangan sejak 195 tahun lalu, terbukti keikutsertaannya dalam Perang Paderi melawan penjajah. "Di sini timbul rasa percaya diri untuk membangkitkan jiwa kebangsaan," ujarnya.

    Anggota MPR Novi Chandra, mengatakan setiap negara mempunyai pilar dan dasar negara. Diibaratkan, bila sebuah rumah tanpa pilar maka rumah itu akan roboh. Dia bersyukur Indonesia memiliki pilar-pilar yang dikemas dalam 4 Pilar MPR.

    Sementara itu, Anggota MPR Idris Laena juga mengatakan tidak ada bangsa yang memiliki ideologi seperti Pancasila. Bahkan, katanya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama memuji ideologi Pancasila yang mampu menyatukan Indonesia. Termasuk UUD NRI Tahun 1945 yang telah mengalami empat tahapan amandemen, semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan bentuk negara NKRI.

    Oleh karena bertambahnya usia bangsa dan Sesjen MPR Ma'ruf Cahyono mengatakan penting sosialisasi 4 Pilar di tengah merosotnya nilai-nilai kebangsaan.

    "Peringatan Hari Jadi Nagari Sulit Air menjadi momentum bagi kita agar keindahan dan kebudayaan serta masyarakat Sulit Air dipenuhi rasa nasionalisme," kata Ma'ruf. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.