Banjir Bandang Kembali Terjang Sarolangun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jambi - Belum genap satu bulan, Kabupaten Sarolangun, Jambi, sudah dua kali diterjang banjir bandang. Banjir pertama pada 28 Maret lalu, menerjang Kecamatan Limun. Adapun banjir kedua, 22 April 2016, melanda Kecamatan Batang Asai.

    Banjir bandang kali ini mengakibatkan sedikitnya tiga unit rumah warga hanyut tersapu air bah. Banjir juga merendam 48 unit rumah dan fasilitas umum dengan ketinggian air mencapai tiga meter lebih.

    Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jambi Arif Munandar, banjir bandang di Batang Asai terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, akibat meluapnya Sungai Batang Asai. Sungai itu meluap karena tak mampu menampung curah hujan yang turun sehari sebelumnya.

    Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun sekitar 750 jiwa warga dari lima desa, yakni Desa Raden Anom, Pekan Gedang, Peniban Baru, Rantau Panjang, dan Tangkul, terpaksa harus mengungsi.

    Arif menuturkan pihaknya telah menurunkan tim reaksi cepat ke lokasi bencana. Namun karena kejadian pada malam hari, penyaluran bantuan sempat terhalang kurangnya penerangan.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jambi, ucap Arif, telah mendirikan tenda darurat buat para pengungsi. "Petugas juga membantu warga membersihkan rumah serta lingkungan dari  dahan dan batang kayu yang terbawa banjir," kata Arif, Sabtu, 23 April 2016.

    Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Provinsi Jambi, ujarnya, telah mengirim bantuan berupa beras, mi instan, dan lauk-pauk. Kepala Kepolisian Resor Sarolangun Ajun Komisaris Besar Bostang mengatakan ikut mengirimkan personel ke lokasi bersama anggota TNI. "Banjir bandang dua kali dalam waktu yang tak terlalu lama ini antara lain akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin," ujarnya.

    SYAIPUL BAKHORI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.