Restoran Gunakan Tabung Melon, Siap-siap Diganti Paksa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menata tabung gas 3kg yang baru datang di agen gas kawasan Mampang, Jakarta, 15 Januari 2015. Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menuturkan 20 persen pengguna elpiji 12 kg beralih ke tabung gas melon karena harga yang cukup jauh menjadi penyebabnya. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja menata tabung gas 3kg yang baru datang di agen gas kawasan Mampang, Jakarta, 15 Januari 2015. Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menuturkan 20 persen pengguna elpiji 12 kg beralih ke tabung gas melon karena harga yang cukup jauh menjadi penyebabnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Cirebon - Pengusaha restoran diharapkan tidak lagi gunakan elpiji tiga kilogram bersubsidi. Pemerintah Kota Cirebon berencana menggelar inspeksi terhadap penggunaan tabung gas elpiji yang dikenal dengan sebutan tabung melon. Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Cirebon Jaja Sulaeman mengatakan bahwa elpiji tiga kilogram hanya diperuntukkan keluarga miskin. Bahkan di tabung gas melon itu jelas-jelas tertulis ’khusus untuk keluarga miskin’. ”Seharusnya, adanya tulisan tersebut bagi pengusaha restoran bisa menimbulkan efek malu karena memang tidak berhak,” ujar Jaja saat dihubungi, Rabu, 13 April 2016.

    Namun, kata Jaja, fakta di lapangan masih banyak dipakai tabung gas melon. Dia menyebutkan, rumah makan besar, hotel, toko kue, serta usaha mikro yang berpenghasilan di atas Rp 5 juta per bulan masih menggunakan tabung melon itu. Akibatnya, banyak keluarga miskin yang mengeluhkan susahnya mendapatkan elpiji tiga kilogram.

    Karena itu, pemerintah Cirebon akan mengambil langkah tegas. Jaja mengatakan pemerintah kota bersama Pertamina dan Hiswana Migas segera melakukan sweeping terhadap rumah makan, hotel, toko kue, dan berbagai usaha lainnya yang hingga kini diindikasikan masih menggunakan elpiji bersubsidi tersebut. ”Jika kedapatan, tabung melon akan langsung kami ganti dengan elpiji 12 kilogram,” ujar Jaja.

    Adapun Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas Cirebon Fauzi Hasan mengungkapkan bahwa selain rumah makan, industri lain banyak yang menggunakan elpiji tiga kilogram. Dia mengatakan menemukan industri batu alam yang juga menggunakan elpiji tiga kilogram. Bahkan dalam sehari, kata Fauzi, mereka bisa menggunakan lebih dari tiga tabung. Tidak hanya itu, peternakan ayam pun banyak yang menggunakan elpiji tiga kilogram untuk menghangatkan ayam-ayam mereka. “Banyak sekali terjadi penyalahgunaan penggunaan elpiji tiga kilogram,” kata Fauzi. Karena itu, kata dia, dibutuhkan tindakan tegas bagi warga yang tidak berhak tapi tetap menggunakan elpiji tiga kilogram. “Barang bersubsidi memang penggunaannya harus dijaga,” ujarnya.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.