Tantowi Optimistis Ade Komarudin Mampu Menyatukan Golkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ade Komarudin menyampaikan pidato saat acara deklarasi calon ketua umum Partai Golkar di Alun-alun utara Yogyakarta, 11 Maret 2016. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah petinggi Partai Golkar, sesepuh partai dan Sri Sultan HB X. TEMPO/Pius Erlangga

    Ade Komarudin menyampaikan pidato saat acara deklarasi calon ketua umum Partai Golkar di Alun-alun utara Yogyakarta, 11 Maret 2016. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah petinggi Partai Golkar, sesepuh partai dan Sri Sultan HB X. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tantowi Yahya optimistis Ade Komarudin mampu menyatukan kembali Partai Golkar. "Hal-hal yang bersifat rekonsiliatif dan menjadikan Golkar sebagai partai yang partisipatif hanya dapat dilakukan jika beliau menjadi ketua umum," ujarnya seusai Deklarasi Ade Komarudin di Alun-Alun Utara, Jumat, 11 Maret 2016.

    Menurut Dia, rekonsiliasi partai menjadi hal yang tidak bisa ditawar dan harus diselesaikan sesegera mungkin. Keyakinannya terhadap kinerja Ade karena Tantowi pernah bekerjasama di Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), organisasi massa yang menjadi sayap Golkar.

    Kepemimpinan Ade di Soksi dianggapnya berhasil membesarkan organisasi tersebut saat partai dipimpin Abu Rizal Bakrie.

    Target yang dikejar jika Ade menjadi ketua umum Golkar, kata Tantowi, partai ini bisa bangkit dan menang diberbagai konstetasi politik, seperti pilkada serentak pada 2017 dan 2018, serta pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019.

    Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soestayo juga menyatakan hal yang sama. Menurut dia, Ade dapat menduduki kursi ketua umum. Hal tersebut bisa dilihat dari kehadiran 370 pengurus daerah dari 600 dewan pimpinan daerah se Indonesia.

    SWITZY SABANDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.