PDIP Surabaya Tak Keberatan Risma Maju di Pilkada DKI, Mengapa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana berada di tengah simpatisan dan pendukung ketika memberikan pidato kemenangan Pilkada 2015 kota Surabaya di Posko Pemenangan Risma-Whisnu di Surabaya, Jawa Timur, 9 Desember 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana berada di tengah simpatisan dan pendukung ketika memberikan pidato kemenangan Pilkada 2015 kota Surabaya di Posko Pemenangan Risma-Whisnu di Surabaya, Jawa Timur, 9 Desember 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Dewan Perwakilan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan soal penugasan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengikuti pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

    Menurut putra tokoh PDI Perjuangan, Sutjipto Sudjono, ini, Risma yang sudah menjadi petugas partai harus siap menjalankan semua perintah partai. “Jadi, apa pun yang diputuskan DPP, kami siap menjalankan,” kata Whisnu kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Kamis, 10 Maret 2016.

    Whisnu berujar, sejak awal, sosok Risma sudah diperhitungkan DPP PDIP untuk menandingi popularitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. “Tapi kan tidak harus beliau (Risma) juga yang maju."

    Wakil Wali Kota Surabaya ini juga memastikan, siapa pun yang akan direkomendasikan DPP PDIP, Risma dipastikan akan memberikan sumbangsihnya, baik pikiran maupun tenaga, untuk memenangi pilkada DKI Jakarta. Bahkan Risma sudah memiliki konsep membangun Jakarta. Konsep itu, ucap Whisnu, sudah diserahkan kepada DPD PDIP.

    Whisnu menuturkan Risma sudah menghadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memohon supaya tidak ditugaskan ke DKI Jakarta. Pasalnya, Risma masih sangat berat meninggalkan Kota Surabaya. “Kita lihat saja nanti,” kata Whisnu.

    Whisnu menambahkan, Risma tidak terganggu oleh urusan pilkada DKI Jakarta, sehingga dia memastikan akan terus menjalankan tugasnya hingga tuntas. “Sampai saat ini, kami masih berkomitmen mengemban amanah rakyat Kota Surabaya sampai tuntas,” ucapnya.

    Namun Whisnu mengaku ikut merasakan sakit hati rekan-rekannya di DKI Jakarta karena Ahok yang digadang-gadang bakal didukung akhirnya memutuskan maju lewat jalur independen. “Makanya kami akan terus dukung rekan PDI Perjuangan DKI untuk memenangi pilkada DKI."

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...