Risma Targetkan Anak-anak di Surabaya Bebas Polio

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Agus Bebeng

    ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, akan memimpin Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio di Kelurahan Sawah Pulo Kecamatan Semampir Kota Surabaya, yang berlangsung pada 8-15 Maret 2016.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita, mengatakan anak-anak yang sudah pernah mendapatkan imunisasi maupun yang belum pernah mendapatkan imunisasi wajib imunisasi polio.

    “Semua balita di Kota Surabaya yang jumlahnya sekitar 220.904 itu harus diimunisasi semuanya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita di Balai Kota Surabaya, Jumat, 4 Maret 2016.

    Febria menuturkan, kegiatan ini diadakan di 2.922 lokasi PIN. Rinciannya sekitar 2.294 berada di Posyandu, 63 di Puskemas, 36 di Puskemas pembantu (Pustu), 46 rumah sakit, 35 mall, 59 pasar, empat stasiun kereta api, 10 terminal, dua pelabuhan, serta 405 sekolah TK/PAUD. “Kami mengimbau semua anak usia 0-59 bulan, bisa terimunisasi polio semuanya, sehingga anak-anak Kota Surabaya bebas polio,” kata dia.

    Dia melanjutkan, setiap anak akan mendapatkan dua tetes vaksin polio. Selanjutnya, anak itu tidak boleh diberikan ASI atau makanan apapun selama 30 menit. “Setelah mendapatkan vaksin polio itu, maka jari kelingking kiri anak akan dibubuhi gentian berwarna violet (ungu),” tuturnya.

    Febria menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan sweeping ke rumah-rumah, terutama bagi anak-anak yang tidak datang ke lokasi imunisasi. “Kami sudah punya data anak-anak yang harus diimunisasi, sehingga apabila tidak datang, kami akan langsung datangi ke rumahnya,” tuturnya.

    Di Kota Surabaya, kata dia, dari sekian 154 kelurahan, ada beberapa kelurahan yang belum mencapai target. Rata-rata masih mencapai 80 persen atau belum sesuai target sebesar 91 persen. Di antara kelurahan itu adalah Kelurahan Babat Jerawat, Tembok Dukuh, Perak Utara, Pegirian, Sidotopo, Wonokusumo, Rangkah, Ploso, Kapas Madya baru, Kali Rungkut, Rungkut Kidul, Semolowaru, Sawahan, Petemon, Ngagel Rejo, dan Margo Rejo.

    Adapun salah satu penyebabnya masih ada orang tua yang memiliki pemahaman keliru tentang imunisasi polio. Sebab, banyak orang tua yang merasa khawatir setelah diimunisasi karena biasanya mengalami demam sesudahnya. “Padahal, tidak semua anak mengalami panas pasca diimunisasi, ini semua harus disadari oleh para orang tua,” ujarnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.