Kepala Pelabuhan: Semua Penumpang Rafelia 2 Selamat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kapal jenis roll on-roll off (Roro) KM BJL I tenggelam di dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, (14/1). Kapal Roro KM BJL I tersebut mengangkut 55 unit mobil dan 22 kendaraan roda dua dan tidak adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sebuah kapal jenis roll on-roll off (Roro) KM BJL I tenggelam di dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, (14/1). Kapal Roro KM BJL I tersebut mengangkut 55 unit mobil dan 22 kendaraan roda dua dan tidak adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJembrana - Kapal Landing Craft Tank (LCT) Rafelia 2 karam di perairan Selat Bali, kawasan Banyuwangi pada Jumat siang, 4 Maret 2016. Meski data belum lengkap, diinformasikan semua penumpang dan anak buah kapal (ABK) telah dievakuasi dan dalam kondisi selamat.

    Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Gilimanuk I Nyoman Daelon Wirawan menjelaskan para penumpang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. "Semua penumpang berjumlah 37, ABK berjumlah 14 orang dalam kondisi selamat," ujarnya saat dihubungi Tempo, Jumat, 4 Maret 2016.

    Kapal nahas yang berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur tersebut diduga mengalami kebocoran pada lambung kapal, sehingga air yang masuk menyebabkan kapal tersebut tenggelam. Daelon mengatakan pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail mengenai kronologi kecelakaan kapal tersebut.

    "Belum bisa diketahui secara persis penyebabnya karena tim di lapangan masih melakukan pengecekan." Berdasarkan data yang dihimpun, kapal nahas itu mengangkut dua unit truk besar, satu unit pickup, empat unit tronton, 18 unit truk sedang, dan empat kendaraan kecil.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.