Jelang KTT OKI, Polda Perketat Pengamanan di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Delegasi melewati tenda dekontaminasi dalam simulasi pengamanan KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 28 Februari 2016. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Delegasi melewati tenda dekontaminasi dalam simulasi pengamanan KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 28 Februari 2016. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan akan memperketat pengamanan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kelompok Islam (KTT OKI), yang akan digelar di Jakarta, 7 Maret 2016. Menurut dia, pengamanan akan dilakukan di lokasi hotel yang digunakan untuk menginap perwakilan negara.

    "Dari akomodasi, akan ada 17 hotel di lingkungan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Kami juga akan mengamankan semua hotel tersebut baik, dengan cara terbuka maupun tertutup," kata Tito di Polda Metro Jaya, Kamis, 3 Maret 2016.

    Menurut Tito, pada Ahad, 6 Maret 2016, akan digelar senior official meeting (SOM) atau meeting untuk pejabat setingkat menteri yang masuk dalam golongan VIP. Karenanya, pengamanan sudah dimulai sejak kedatangan anggota KTT OKI.

    "(Pengamanan) kami mulai saat di bandara atau kedatangan. Ada pengamanan khusus, termasuk pengamanan bagasi dan pengawalan," ujar Tito.

    Rencananya, akan ada perwakilan 49 negara yang hadir, terdiri atas 25 orang lebih kepala negara dan 49 pejabat setingkat menteri dalam acara yang digelar di kawasan Jakarta Convention Center selama 2 hari tersebut.

    Tito mengatakan pengamanan di JCC juga akan diperketat, mulai rute penginapan hingga lokasi acara.  Hampir 4.000 personel disiapkan, termasuk dari Bantuan Kendali Operasi (BKO).

    "Brimob sudah memberikan pasukannya untuk mendukung operasi kami. Kalau tidak salah sebanyak 600 orang. Jadi enam satuan setingkat kompi, termasuk gegana penjinak bom dan antisipasi kemungkinan terorisme, unjuk rasa, dan lain-lain," kata Tito.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.