Di Medan, Presiden Jokowi Tak Rasakan Gempa Mentawai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu, 2 Maret 2016. Jalan tol ini ditargetkan selesai pertengahan 2017. (twitter.com)

    Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu, 2 Maret 2016. Jalan tol ini ditargetkan selesai pertengahan 2017. (twitter.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo tidak merasakan getaran Gempa Mentawai yang terjadi pada Rabu, 2 Maret 2016, pukul 19.49. Tim Komunikasi Presiden Sukardi Rinakit yang ikut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke beberapa provinsi di Sumatera mengatakan gempa tidak terasa hingga Medan.

    "Gempa tidak terasa di Kota Medan, Sumatera Utara. Beberapa saat sebelum terjadinya gempa, pada pukul 19.40 WIB, Presiden Joko Widodo baru saja tiba di Hotel JW Mariott Medan tempat Presiden bermalam," kata Sukardi yang saat ini masih bersama Presiden, Rabu, 2 Maret 2016.

    Sukardi mengatakan dari pantauan di lapangan, aktifitas masyarakat di Kota Medan berlangsung normal, meski Sumatera Utara termasuk provinsi yang terkena peringatan dini Tsunami. Mulai saat gempa hingga beberapa saat setelah gempa, kata dia, Presiden beserta rombongan pun tidak merasakan getaran gempa tersebut.

    Berita Terbaru: Gempa Bumi Mentawai

    Hari ini, Presiden memulai kegiatannya ‎di pagi hari menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Usai meresmikan Bandara Rembele, Presiden dan rombongan kembali Sumatera Utara untuk melakukan peninjauan pembangunan jalan tol, reaktivasi dan groundbreaking jalur kereta api.

    Pada pukul 19.49 gempa mengguncang Kepulauan Mentawai berkekuatan 7,8 skala richter. Titik gempa berada di 682 km barat daya Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat dan berada di kedalaman 10 km. BNPB memberikan peringatan dini untuk beberapa daerah lainnya, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Bengkulu, Lampung.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.