Gempa Susulan di Mentawai Terjadi Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pusat gempa di Barat Daya Sumatera. United States Geological Survey

    Pusat gempa di Barat Daya Sumatera. United States Geological Survey

    TEMPO.COPADANG - Gempa susulan berkekuatan 7,8 skala Richter (SR) menggoyang sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Barat pada Rabu, 2 Maret 2016, pukul 19.49,47 WIB, setelah terjadi guncangan gempa pada pukul 19.49,41 berkekuatan 8,3 SR.

    Informasi yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa susulan itu berpusat pada 4,92 derajat Lintang Selatan dan 94,39 derajat Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer.

    Adapun gempa berkekuatan 8,3 SR terjadi pada pukul 19.49 WIB. Dengan lokasi 5,16 derajat Lintang Selatan dan 94,05 derajat Bujur Timur, di 682 kilometer barat daya Kepulauan Mentawai. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer, yang berpotensi tsunami.

    Berita Terbaru: Gempa Bumi Mentawai

    Getaran gempa Mentawai, Sumatera Barat, cukup keras terasa di Kabupaten Pasaman Barat. Akibatnya, warga Simpang Empat berhamburan ke luar rumah akibat guncangan gempa pada Rabu malam ini.

    "Guncangannya cukup kuat, kami berhamburan ke luar rumah, takut ada yang jatuh," kata salah seorang warga Simpang Empat, Hendrizal, di Simpang Empat.

    Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pasaman Barat Tri Wahluyo mengatakan getaran gempa cukup terasa di Pasaman Barat. "Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan. Namun kami akan terus memantau ke perkembangannya," tuturnya.

    Menurut dia, getaran gempa memang terasa cukup kuat. Apalagi, di wilayah pesisir Sasak, sirene sistem peringatan dini juga berbunyi dengan keras.

    "Kami mengimbau warga tetap waspada, terutama bagi warga di tepi pantai," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.