Menjelang KTT OKI, Panglima TNI: Ada Gelagat Teror, Bereskan!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo memeriksa kesiapan pasukan dan alutsista dalam apel perisiapan pengamanan KTT OKI 2016 di lapangan Monas, 1 Maret 2016.TEMPO/Hans Yo

    Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo memeriksa kesiapan pasukan dan alutsista dalam apel perisiapan pengamanan KTT OKI 2016 di lapangan Monas, 1 Maret 2016.TEMPO/Hans Yo

    TEMPO.COJakarta - Pasukan Tentara Nasional Indonesia menggelar apel gelar pasukan pengamanan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam Luar Biasa tahun 2016 yang akan berlangsung di Indonesia. Untuk pengamanan konferensi tersebut, TNI akan mengerahkan 10.150 personel.

    "Inisiatif negara Indonesia adalah inisiatif mulia untuk mengadakan KTT OKI di Indonesia," kata Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo saat apel tersebut di lapangan silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Maret 2016.

    Gatot menegaskan, tugas TNI kali ini bukanlah tugas rutin biasa, melainkan tugas krusial yang berhubungan dengan citra Indonesia di mata dunia. Dia memberikan sejumlah arahan untuk pengamanan acara yang dilangsungkan di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, pada 6-7 Maret 2016 tersebut. 

    "Setiap anggota pahami tugas perorangan dan satuan. Kuasai tugas pengamanan dengan kewaspadaan penuh," ujarnya.

    Gatot meminta setiap anggota TNI tak menoleransi gelagat sekecil apa pun yang berpotensi menimbulkan kerawanan saat KTT OKI berlangsung. "Tindakan kewaspadaan, terutama pada gelagat terorisme, jangan ragu bertindak," tutur Gatot.

    Pemerintah Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT OKI 2016 dengan peserta 56 perwakilan negara anggota OKI dan empat negara sebagai peninjau. Kegiatan ini berskala internasional dan diadakan atas permintaan Presiden Palestina.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?