Di Ternate, Tentara Sudah Mulai Kampanyekan Bahaya LGBT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota komunitas LGBT memegang bendera berwarna pelangi dalam parade penuntutan kebebasan hak kaum LGBT di Mumbai, India, 6 Februari 2016.  AP Photo/Rajanish Kakade

    Seorang anggota komunitas LGBT memegang bendera berwarna pelangi dalam parade penuntutan kebebasan hak kaum LGBT di Mumbai, India, 6 Februari 2016. AP Photo/Rajanish Kakade

    TEMPO.CO, TERNATE - Komando Resor Militer 152/Babullah Ternate, Maluku Utara (Malut), intensif mensosialisasikan bahaya Lesbian, Gay, Biseksual dan Trans Gender (LGBT) melalui media sosial.

    Kepala Penerangan Korem 152/Baabullah, Mayor Infantri Anang Setyoadi, di Ternate, Selasa, menyatakan, selain itu, mereka juga menerjunkan langsung personelnya ke masyarakat tentang itu. 

     

    Lebih lanjut, dia katakan, "Sesuai ketentuan, secara tegas ditentukan apabila ada prajurit kami melakukan pelanggaran asusila sesama jenis ancaman hukuman diberhentikan secara tdak hormat alias dipecat, karena hal tersebut sangat bertentangan dengan norma hukum, norma agama maupun norma budaya."

     

    Berbagai kampanye menyosialisasikan dampak buruk LGBT, kata dia, terus dilakukan Korem 152/Baabullah.  

    "Penyimpangan seksual merupakan salah satu penyakit kejiwaan yang diidap seseorang akibat faktor-faktor eksternal, mulai traumatik, pergaulan, kurang rasa percaya diri serta kurang keimanan kepada Tuhan YME," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.