Kuliner Bandung-Bogor Dipromosikan ke Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata RI Arief Yahya saat ditemui usai meninjau Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. TEMPO/Bram Setiawan

    Menteri Pariwisata RI Arief Yahya saat ditemui usai meninjau Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mempromosikan kuliner asli Indonesia untuk pasar Malaysia. Arief berujar, sedikitnya ada 11 destinasi yang sudah disiapkan matang untuk membidik selera lidah orang Malaysia. "Edisi awal, makanan Bandung dan Bogor yang akan dipromosikan di Go ASEAN Channel Astro TV Malaysia," katanya dalam keterangan resminya, Selasa, 16 Februari 2016.

    Arief mengatakan dua kota itu sudah memiliki akses atau hubungan yang baik dengan Malaysia. Pesawat Air Asia memiliki jalur penerbangan langsung dari Bandung ke Kuala Lumpur. Dari Bandung, wisatawan bisa ke Bogor melalui jalan tol. "Prioritas yang dipromosikan adalah destinasi yang sudah punya akses bagus," katanya.

    Arief berujar, Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan kuliner. Namun sebagian besar kuliner Nusantara belum dikemas menarik. Arief berharap, Indonesia bisa belajar dari Malaysia dalam hal pengemasan kuliner. "Mereka mempromosikan kulinernya, kita tidak. Sekarang kita akan all out untuk promosikan berbagai jenis kuliner yang masuk di selera negara tetangga," katanya.

    Selain kuliner, pemerintah Indonesia menyiapkan 11 destinasi wisata unggulan di kawasan Bandung dan Bogor untuk diperkenalkan ke warga Malaysia. Untuk kawasan Bandung, di antaranya Dusun Bambu, Saung Angklung Udjo, Wayang Golek, Kawah Putih, dan Kawah Ratu (Tangkuban Perahu). Selain itu, ada floating market, Tarung Derajat, dan Sapulidi Sawah Patuha Resort. “Khusus Sapulidi Sawah Patuha Resort, masih menunggu konfirmasi,” katanya. Sedangkan untuk kawasan Bogor, pihaknya telah menyiapkan Taman Safari Indonesia Cisaura, Pancasan (tempat pembuatan gong), dan Hotel Rancamaya.



    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.