Hampir 1.000 Warga Sumatera Barat Terserang Demam Berdarah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dinas kesehatan DKI Jakarta melakukan penyemprotan asap (fogging) di kantor Pemprov DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, 10 Maret 2015. Penyemprotan (fogging) nyamuk Aedes Aegypti, dilakukan setelah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama 'Ahok', terjangkit demam berdarah. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas dinas kesehatan DKI Jakarta melakukan penyemprotan asap (fogging) di kantor Pemprov DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, 10 Maret 2015. Penyemprotan (fogging) nyamuk Aedes Aegypti, dilakukan setelah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama 'Ahok', terjangkit demam berdarah. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat menyatakan jumlah kasus deman berdarah dengue awal tahun ini meningkat. Sepanjang Januari 2016 ini, sudah ada 790 warga terjangkit penyakit mematikan tersebut.

    "Lima di antaranya meninggal dunia. Empat di Padang dan satu di Bukittinggi," ujar Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dr Irene, Kamis, 4 Februari 2016.

    Menurut dia, dibanding 2015, dalam kurun yang sama, kasus DB di Sumatera Barat meningkat. Pada Januari 2015, hanya ada 295 kasus dan tiga pasien meninggal.

    Kata Irene, yang terbanyak itu di Kota Padang, dengan 100 kasus. Di kota itu juga terjadi peningkatan kasus DBD, dari 59 kasus menjadi 100 kasus. "Ya. Terjadi peningkatan tiga kali lipat suspect dengue di Sumatera Barat," ujarnya.

    Namun, Dinas Kesehatan Sumatera Barat belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Irene mengatakan pihaknya sudah menangani kasus ini dan terus memantau penyebaran DB di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

    Irene mengatakan pencegahan penyakit ini dengan menjaga kebersihan lingkungan. Yaitu dengan menguras, menutup, dan mengubur yang dikenal dengan istilah 3 M. "Khusus untuk daerah yang sulit air dan terpaksa menampung kita lakukan abatisasi," ujarnya.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Eka Lusti mengaku, setiap Januari memang selalu terjadi peningkatan kasus DB di Kota Padang. Sebab, pada bulan itu sedang terjadi masa pancaroba, sehingga nyamuk berkembang biak.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.