Pemerintah Prediksi Ancaman DBD Hingga April  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengasapan (fogging) oleh Juru Pengamat Jentik (Jumantik) Puskesmas mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD). TEMPO/Subekti

    Pengasapan (fogging) oleh Juru Pengamat Jentik (Jumantik) Puskesmas mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD). TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi meminta masyarakat mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Diprediksi ancaman DBD akan berlangsung hingga April mendatang. Potensi itu karena kondisi cuaca yang tidak menentu.

    “Kami ingatkan agar masyarakat tetap waspada,” katanya di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2016. Oscar meminta masyarakat aktif menghindari terbentuknya jentik nyamuk. “Yang penting memberantas sarang nyamuk.”

    Selain itu, pemerintah daerah diminta aktif membagikan obat yang mematikan jentik nyamuk, larvasida; serta obat untuk pengasapan. “Bila pemerintah daerah kekurangan obat itu, kami mendistribusikannya.”

    Menurut Oscar, diperlukan peningkatan sumber daya manusia di setiap pelayanan kesehatan di daerah untuk mengatasi penyakit DBD. Para petugas pusat pelayanan masyarakat diminta siaga bila ada lonjakan pasien DBD di daerahnya.

    “Dinas kesehatan daerah dan rumah sakit juga harus siap siaga bila ada kejadian luar biasa,” katanya.

    Oscar mengatakan kegiatan menghindari dan memberantas jentik nyamuk Aedes Aegypti ini akan membuat masyarakat terhindar dari virus Zika yang saat ini sedang ramai dibicarakan. Sebab, penyebar penyakit itu adalah nyamuk yang sama.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.