Eks Anggota Gafatar: Kami Ingin Menjauhi Korupsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak mengamati suasana penampungan eks-anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari jendela di Asrama Transito Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, 24 Januari 2016. ANTARA/Zabur Karuru

    Seorang anak mengamati suasana penampungan eks-anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari jendela di Asrama Transito Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, 24 Januari 2016. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Surabaya - Erri Indra Kautsar adalah salah satu bekas anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) itu pernah berada di Kalimantan. Namun, sejak Juli 2015, ia keluar dari organisasi tersebut.

    Riwayat Erri dituturkan ayahnya, Suharijono. Erri sendiri menolak menceritakan kisahnya selama menghilang. Ia meninggalkan rumah pada 17 Agustus 2015 dan kembali pada Senin, 25 Januari 2016.

    “Saya mohon maaf. Anak saya sudah ketemu, tapi anak saya pingin move on. Dia pingin mengubur kisahnya dan menata masa depannya,” kata Suharijono melalui pesan WhatsApp, Kamis, 28 Januari 2016.

    Suharijono berujar, Erri kembali ke rumah pada dinihari sekitar pukul 02.30 WIB. Kedatangannya membawa haru dan bahagia bagi dia dan istrinya, Erna Nurindra. Mereka lalu berbincang sampai subuh.

    Kepada pria 59 tahun itu, Erri berkisah tentang perjalanannya selama berada di Kalimantan. Erri mengaku tak satu lokasi dengan anggota Gafatar karena sudah keluar dari organisasi tersebut sejak Juli 2015. “Makanya, ketika saya dan teman saya melacak ke sana sampai dua minggu, Erri tidak ketemu. Erri bilang, dia tidak bersama mereka.”

    Seperti yang diceritakan kepada sang ayah, Erri merasa tak ada yang aneh dengan aktivitas Gafatar. Selama bergabung, ia merasakan Gafatar melakukan kegiatan-kegiatan positif.

    Saat ditanya mengapa orang-orang rela mengorbankan harta dan karier demi Gafatar, Erri menyatakan, dengan bertani, manusia dapat hidup jauh dari korupsi. “Karena kami makan dari lahan kami sendiri, jadi betul-betul halal,” ujar Suharijono menirukan ucapan putranya.

    Hingga kini, Erri meminta awak media tak mewawancarainya. “Saya minta pemberitaan cukup sampai saya ditemukan saja,” tuturnya. Ia menolak diwawancarai bukan karena adanya tekanan terhadap eks anggota Gafatar. “Tapi murni karena, bagi saya, ini aib pribadi.”

    Erri berencana melanjutkan bisnis clothing line yang sudah ia rintis bersama kawan-kawan kampusnya.

    ARTIKA RACHMI FARMITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.