HTI: Kami Berjuang demi Khilafah, tapi Beda dengan ISIS  

Reporter

Sejumlah tentara Irak dan pejuang Sunni menolong seorang wanita saat upaya penyelamatan dari daerah yang masih dikuasai oleh militan ISIS di Ramadi, Irak, 4 Januari 2016. ISIS telah menguasai Ramadi sejak Mei 2014, dimana masih banyak warga yang berada dalam daerah kekuasaan ISIS. AP

TEMPO.CO, Banjarmasin - Anggota Lajnah Tsaqofiah DPP Hizbut Tahrir Indonesia, M. Shiddiq Al-Jawi, mengakui memiliki konsep perjuangan khilafah yang sama dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun Al-Jawi menegaskan, HTI punya sudut pandang berbeda menuju konsep negara khilafah tersebut. ISIS, ia membandingkan, berjuang lewat jihad dan peperangan untuk menegakkan khilafah.

“HTI menegakkan khilafah tidak dengan perang atau jihad, tapi dakwah. Rasulullah (Nabi Muhammad) mendirikan negara Islam pertama di Madinah dengan cara dakwah. Kami (HTI) ada kejelasan konsep tentang khilafah ini,” ujar Al-Jawi setelah mengisi diskusi bertema “Islam tanpa Teror: Jalan Penegakan Syariah dan Khilafah” di Banjarmasin, Sabtu, 23 Januari 2016.

Menurut Al-Jawi, HTI belum menemukan kejelasan konsep khilafah yang diperjuangkan ISIS. Konsep khilafah yang dia maksud semacam konstitusi negara, pendidikan, dan sistem politik yang gamblang. Adapun HTI, Al-Jawi mengklaim, mengantongi konsep khilafah secara detail, seperti dasar negara khilafah.

Baca juga: Survei SMRC: Mayoritas Masyarakat Indonesia Tolak ISIS

Selain itu, ia menjelaskan, “Dari segi jati diri, organisasi ISIS tidak terlalu jelas siapa yang mendanai. HTI bukan kelompok bersenjata, tapi jelas berdakwah. Jihad bukan untuk menegakkan khilafah, tapi untuk membela diri saat diserang.”

Pihaknya siap angkat senjata membela Tanah Air jika Indonesia diserang bangsa asing, meskipun Indonesia bukan negara khilafah. Al-Jawi menuturkan jihad ala HTI dibuat untuk menyebarkan ajaran Islam melalui dakwah tanpa kekerasan. Itu sebabnya, DPP HTI mengecam keras aksi bom bunuh diri di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu yang mengatasnamakan Islam. Bom bunuh diri, menurut dia, tidak sesuai dengan ajaran Islam yang menganjurkan perdamaian.

Baca juga: Revisi UU Anti-Terorisme, WNI Tak Boleh Jadi Simpatisan ISIS

Ia berharap peristiwa bom Thamrin tidak mengendurkan semangat dakwah HTI. “Kalau (bom Thamrin) dikaitkan dengan ISIS, bisa, karena mereka punya cara kekerasan untuk menegakkan khilafah. HTI minta polisi mengungkap siapa dalangnya, agar tidak ada spekulasi,” tutur Al-Jawi.

DIANANTA P. SUMEDI 






6 Deretan Kuliner Khas Kalimantan Selatan

57 hari lalu

6 Deretan Kuliner Khas Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan bukan hanya terkenal akan kawasan pesisir pantainya yang indah, namun banyak kuliner khas Kalimantan yang cocok dinikmati.


Daftar 5 Destinasi Wisata di Area Kota Banjarmasin, Lebih dari Jembatan Barito

57 hari lalu

Daftar 5 Destinasi Wisata di Area Kota Banjarmasin, Lebih dari Jembatan Barito

Kota Banjarmasin yang merupakan ibu kota Kalimantan Selatan dijuluki sebagai Kota Seribu Sungai, memiliki ragam destinasi wisata yang ikonik.


Si Molisa, Motor Listrik Pengangkut Sampah di Banjarmasin

17 November 2022

Si Molisa, Motor Listrik Pengangkut Sampah di Banjarmasin

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, saat ini punya motor listrik bernama Si Molisa yang bertugas mengangkut sampah.


Kota Cerdas Ala Banjarmasin

28 Januari 2022

Kota Cerdas Ala Banjarmasin

Penghargaan smart city disematkan kepada Kota Banjarmasin. Menerapkan tata kelola ekonomi pintar.


Dapat Ancaman dari Kelompok Radikal, Prancis Imbau Warganya Tinggalkan Pakistan

16 April 2021

Dapat Ancaman dari Kelompok Radikal, Prancis Imbau Warganya Tinggalkan Pakistan

Massa kelompok Islam radikal Pakistan bentrok dengan polisi untuk memprotes penangkapan pemimpin mereka yang menuntut dubes Prancis diusir.


Prancis, Sekularisme, dan Kehati-hatian Menangani Islam Radikal

3 November 2020

Prancis, Sekularisme, dan Kehati-hatian Menangani Islam Radikal

Prancis menjadi sorotan sejak peristiwa pembunuhan guru asal Paris. Penyebabnya, pernyataan mereka soal paham radikal. Diduga lost in translation.


Ini Reaksi Berbagai Politisi dan Kepala Negara Atas Terorisme di Nice

29 Oktober 2020

Ini Reaksi Berbagai Politisi dan Kepala Negara Atas Terorisme di Nice

Kepala pemerintahan dan politisi dari berbagai negara bereaksi atas aksi terorisme yang terjadi Notre-dame Basilica, Nice, Prancis.


Dewan Muslim Prancis Mengecam Aksi Terorisme di Nice

29 Oktober 2020

Dewan Muslim Prancis Mengecam Aksi Terorisme di Nice

Dewan Keimanan Muslim Prancis mengutuk peristiwa teror yang terjadi di Gereja Notre-Dame Basilica, Nice Kamis ini


Presiden Prancis Emmanuel Macron Menuju Lokasi Teror di Nice

29 Oktober 2020

Presiden Prancis Emmanuel Macron Menuju Lokasi Teror di Nice

Presiden Prancis Emmanuel Macron bergegas menuju Gereja Notre Dame Basilica di Nice yang menjadi lokasi aksi teror terbaru.


Nasib Pariwisata Kota Banjarmasin Ditentukan Dua Pekan Lagi

29 Oktober 2020

Nasib Pariwisata Kota Banjarmasin Ditentukan Dua Pekan Lagi

Tunggu 14 hari lagi, apakah memungkinkan untuk membuka kembali aktivitas di destinasi wisata sekaligus memulihkan kondisi ekonomi Kota Banjarmasin.