Usai Latihan Pramuka, Lima Santri Ini Tewas Tenggelam di Sungai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengangkat kantong mayat berisi korban tenggelamnya KM Karya Indah (18/4). Korban ditemukan tewas setelah terseret arus Sungai Mahakam. Tempo/Firman Hidayat

    Petugas mengangkat kantong mayat berisi korban tenggelamnya KM Karya Indah (18/4). Korban ditemukan tewas setelah terseret arus Sungai Mahakam. Tempo/Firman Hidayat

    TEMPO.COBoyolali - Lima santri dari Pondok Pesantren dan Pengasuhan Anak Yatim Miftahul Huda di Dukuh Pomahan, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tewas tenggelam di sungai yang bermuara di Waduk Cengklik pada Rabu siang, 20 Januari 2016.

    “Kejadiannya sekitar pukul 14.00. Ada sepuluh santri yang tercebur di pusaran bawah pintu air sungai itu. Lima santri di antaranya dapat diselamatkan,” kata pendiri dan pengasuh Pondok Miftahul Huda, Nashiruddin, saat dihubungi Tempo pada Rabu malam, 20 Januari 2016.

    Lima santri yang meninggal itu adalah M. Reza, 14 tahun, warga Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta; Abdul Rofiq (14), warga Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Boyolali; M. Khairullah (14), warga Desa Trosobo, Kecamatan Sambi, Boyolali; Nafidurrahman (14), warga Desa Weru, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo; dan Musaq Syaifudin (14), warga Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

    Informasi yang dihimpun Tempo, peristiwa nahas itu terjadi seusai kegiatan kepanduan (semacam pramuka) yang diikuti sekitar 50 santri. Lokasi kegiatan itu hanya berjarak sekitar 100 meter dari pondok dan terpisah oleh sungai. Sementara puluhan santri lain kembali ke pondok melalui jembatan penyeberangan, sepuluh santri tersebut memilih bermain di tanggul sungai yang cukup curam.

    Sepuluh santri itu kemudian saling berpegangan tangan dari atas tanggul sampai ke permukaan air. Nahas, santri yang berada di urutan tengah terlepas pegangannya. Alhasil, lima santri itu tercebur ke sungai yang arusnya sedang deras seusai hujan lebat. “Lima santri sisanya juga ikut tercebur ke pusaran air yang saat itu cukup kencang karena pintu air di atasnya sedang dibuka,” ujar Nashiruddin.

    Dibantu puluhan warga sekitar, sejumlah pengasuh pondok pun bergegas menyelamatkan sepuluh santri itu. “Proses evakuasinya hanya sekitar 30 menit. Namun lima santri kami tidak tertolong karena tenggelam di sungai yang berkedalaman sekitar 3 meter itu,” tutur Nashiruddin.

    Setelah dievakuasi, para santri yang tenggelam itu dibawa ke Rumah Sakit Islam Banyubening di Jalan Raya Waduk Cengklik, Boyolali. “Lima santri itu dipastikan meninggal dunia karena tenggelam,” ucap Kepala Kepolisian Sektor Sambi Ajun Komisaris Bambang Rusito. 

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.