Imigrasi Tangkap 35 Warga Cina yang Bekerja di NTB tanpa Dokumen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas imigrasi memeriksa paspor warga negara Tiongkok usai mengamankan puluhan warga negara asing ilegal di Rumah Detensi Imigrasi di Jimbaran, Bali, 21 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Petugas imigrasi memeriksa paspor warga negara Tiongkok usai mengamankan puluhan warga negara asing ilegal di Rumah Detensi Imigrasi di Jimbaran, Bali, 21 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Mataram - Imigrasi Mataram menangkap 35 warga Cina yang dipergoki bekerja tanpa dilengkapi visa sebagai dokumen yang sah. Mereka yang sudah diendus Imigrasi Mataram sejak dua pekan sebelumnya, dilaporkan warga.

    Sewaktu ditangkap di tempat mereka bekerja proyek pembangkit listrik tenaga uap di Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Senin siang, 11 Januari 2016, mereka juga tidak memegang paspor asli hanya berupa fotokopi.

    Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi (Kanim) Mataram R. Agung Wibowo menjelaskan kepada Tempo, Selasa, 12 Januari 2016. “Mereka hanya menunjukkan fotokopi paspor saja,” kata Agung Wibowo.

    Mereka sampai siang ini masih berada di tempat penampungan ruang Detensi Kanim Mataram di Jalan Udayana Mataram setelah dievakuasi dari tempat proyeknya di PLTU Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, sekitar 80 kilometer sebelah timur dari kota Mataram. “Sekarang ini statusnya bukan ditahan tapi ditempatkan,” ujarnya.

    Belum diketahui status proyek PLTU tersebut. Kanim Mataram masih menunggu keberadaan paspor aslinya. “Sekarang ini belum ada dokumennya,” ucapnya.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.