Setya Novanto cs Kuasai Posisi Penting di Fraksi Golkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Setya Novanto bersalaman dengan Ketua DPD Bali Partai Golkar bersama Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI, Aziz Syamsuddin sebelum pembukaan Rapat Konsultasi Nasional di Sanur, Denpasar, Bali, 4 Januari 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Setya Novanto bersalaman dengan Ketua DPD Bali Partai Golkar bersama Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI, Aziz Syamsuddin sebelum pembukaan Rapat Konsultasi Nasional di Sanur, Denpasar, Bali, 4 Januari 2016. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar yang juga Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Aziz Syamsuddin, mengatakan ada perombakan di Fraksi Golkar di DPR. Menurut dia, perombakan itu terjadi di tingkat Ketua dan sekretaris fraksi serta Ketua Badan Anggaran DPR.

    Menurut Aziz, perombakan itu terjadi berdasarkan hasil rapat Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar. "Desember lalu suratnya," kata dia ketika dihubungi, Rabu, 6 Januari 2015. Namun, Aziz tidak mau menyebut waktu pasti dikeluarkannya surat itu.

    Wakil Ketua Umum Golkar kubu Aburizal Bakrie ini menjelaskan posisi yang berubah. Menurut dia, Setya Novanto menjadi Ketua Fraksi menggantikan Ade Komarudin, yang diusulkan jadi Ketua DPR. Aziz sendiri menjadi Sekretaris Fraksi Golkar menggantikan Bambang Soesatyo. Adapun Kahar Muzakir menjadi Ketua Badan Anggaran menggantikan Ahmadi Noor Supit.

    Aziz membantah pergantian itu karena ingin menyingkirkan kubu Ade di Fraksi DPR dan memberi penghargaan terhadap Kahar yang membela Novanto saat tersandung kasus etik 'papa minta saham' di Mahkamah Kehormatan Dewan. "Pergantian ini merupakan hal biasa," katanya.

    Selain itu, ucap Aziz, pergantian ini tidak perlu mendapat pengesahan dalam rapat paripurna pada 11 Januari nanti. Menurut dia, partai hanya melakukan pemberitahuan kepada Pimpinan DPR.

    Saat Novanto disidang MKD, Bambang Soesatyo termasuk orang yang mendesak Novanto mundur. Di Golkar, Bambang juga dikenal dekat dengan Ade Komarudin. Adapun Kahar dikenal sebagai bagian dari "klik" Novanto.

    HUSSEIN ABRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.