Tahun Baru, 3 Bocah Tewas Tenggelam di Situ Lame  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • google

    google

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Tiga bocah warga Kampung Babakan Kembang, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tewas tenggelam di Situ (Danau) Lame, yang tidak jauh dari rumah mereka kemarin.

    Ketiga bocah itu adalah Lira Yuniar, 12 tahun, Ajat Sudrajat (8), dan Nurdin (5), yang masih merupakan satu keluarga.

    Seorang keluarga para korban yang ikut turun ke situ mencari korban, Ari, 20 tahun, menjelaskan ketiga bocah itu bermain dengan dua anak lainnya yang juga masih satu keluarga, yakni Risma, 8 tahun, dan Tatang, 5 tahun, adik kandung Lira. Saat mereka bermain, tak ada warga yang memperhatikan mereka.

    Ari mengatakan informasi ihwal tenggelamnya korban diterima keluarga setelah salat Jumat selesai. Risma dan Tatang melaporkan bahwa tiga saudaranya itu tenggelam di Situ Lame saat berenang. "Keluarga panik," kata Ari saat ditemui di rumah duka, Jumat petang, 1 Januari 2016.

    Dibantu warga, keluarga korban langsung menuju lokasi tempat tiga korban berenang. Saat tiba di lokasi, menurut Ari, keluarga menemukan tumpukan baju dan sandal ketiga bocah tersebut. "Ada juga alat pancing tergeletak tak jauh dari pakaian," ujarnya.

    Awalnya, Ari menyisir situ dengan kedalaman sepinggang orang dewasa. Pencariannya nihil. Dia menuju ke arah tengah dan saat menyisir Situ Lame dengan kedalaman sekitar satu setengah meter. Saat itu, kaki Ari menyentuh benda lunak dan licin. "Awalnya saya kaget, karena takut itu ular," katanya.

    Dia pun terus meraba-raba benda tersebut dengan kakinya. Ternyata, benda itu kaki Lira. "Langsung saya angkat tubuhnya dibantu warga lain," jelas Ari.

    Setelah mengangkat tubuh Lira, Ari menemukan Ajat dan Nurdin. Menurut Ari, ketiga bocah itu tenggelam saling bertumpukan. "Yang paling atas Lira, di bawahnya Ajat, lalu Nurdin," jelasnya.

    Jenazah ketiga bocah tersebut segera dievakuasi ke darat. Jenazah mereka langsung dimandikan dan disemayamkan di rumah duka.

    Euis, 35 tahun, ibunda Lira, sangat terpukul atas kejadian ini. Matanya sembab akibat menangis karena teringat sang anak. "Tidak ada firasat apa-apa. Hanya tubuh ini terasa lemas sejak pagi. Tidak biasanya," ujarnya dengan nada lirih.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.