Penyerangan di Sinak, Papua, 3 Polisi Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti saat mengisi kuliah umum dengan judul Reaktualisasi Nilai-nilai Kebangsaan dalam Membangun Masyarakat Demokratis di aula Sport Center Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, 6 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti saat mengisi kuliah umum dengan judul Reaktualisasi Nilai-nilai Kebangsaan dalam Membangun Masyarakat Demokratis di aula Sport Center Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, 6 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Sekelompok orang bersenjata menyerang markas polisi Sektor Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, pada Ahad malam lalu, 27 Desember 2015. Penyerangan diduga dilakukan oleh Kelompok Lekagak Tenggamati dengan melakukan penembakan dari arah belakang markas.

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia Badrodin Haiti membenarkan dugaan tersebut. “Iya, benar dilakukan oleh Lekagak,” katanya saat dihubungi Tempo, Senin, 28 Desember 2015. Ia mengatakan penyerangan di daerah tersebut sering terjadi.

    Penembakan yang terjadi pukul 20.45 tersebut menewaskan tiga orang polisi dan melukai sedikitnya dua orang polisi. Tiga polisi yang meninggal dunia adalah Briptu Ridho, Bripda Arman, dan Bripda Ilham. Sedangkan dua orang yang terkena tembakan di bagian tangan adalah Briptu Suma dan Bripda Rian. Korban saat ini berada di Koramil.

    Selain menelan korban jiwa, penyerangan tersebut mengakibatkan kerugian materiil. Sebanyak 2 pucuk AK 47 dan 3 pucuk moser raib. Tak hanya itu, 2 pucuk Ss1 dan 1 peti amunisi juga dicuri.

    Badrodin mengatakan saat ini pengejaran dengan batalion dari TNI dan Polri sedang dilakukan. “Hari ini kalau ada pesawat, kami akan cek ke sana,” ujar Badrodin. Distrik Sinak merupakan daerah yang terisolasi. Belum ada jalan tembus ke daerah tersebut, kecuali dengan penerbangan pesawat kecil.

    Kelompok Lekagak memiliki wilayah operasi di Sinak dengan kekuatan 40 orang dan jumlah senjata sekitar 15 pucuk. Adapun jarak antara Distrik Sinak dan Wamena memakan waktu dua hari bila berjalan kaki.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.