Kepincut, Ridwan Kamil Beli Lukisan Napi Cantik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil. Tempo/Prima Mulia

    Ridwan Kamil. Tempo/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menghadiri puncak perayaan Hari Ibu di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Sukamiskin, Kota Bandung, Rabu, 23 Desember 2015. Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil sempat mengunjungi galeri yang memajang hasil karya seni para warga binaan. Setelah melihat-lihat, mata sang wali kota kepincut dengan salah satu lukisan mata berjudul 'Tears'. Dia langsung membeli lukisan tersebut.

    "Saya beli lukisan ini." kata Ridwan Kamil. Ridwan Kamil mengatakan lukisan gambar mata tersebut akan dipajang di ruang kerjanya. " Saya mau pajang di kantor."

    Setelah menyatakan membeli, Ridwan Kamil meminta bertemu dengan sang pelukis. Ternyata, lukisan mata tersebut dibuat oleh Jibek Sakeeva, salah satu narapidana cantik asal Kirgistan yang dipenjara karena kasus penyelundupan narkoba. "Saya beli ya lukisannya," kata Ridwan Kamil kepada Jibek.

    Jibek mengaku tidak menyangka goresan cat di atas kanvas yang dibuatnya bisa memikat hati Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. "Saya senang dan tentunya bangga. Ternyata lukisan saya dihargai," kata Jibek.

    Jibek mengaku senang melukis sejak kecil. Namun karya dalam kanvas besar baru dihasilkannya. Narapidana cantik yang dijadwalkan bebas 5 tahun mendatang ini juga mengaku membuat lukisan tersebut selama 3 hari di dalam sel dan tidak ada makna khusus dalam lukisan berjudul 'Tears' itu.

    "Ini hasil lukisan pertama saya yang besar. Setiap orang pasti tertarik kalau melihat mata. Saya senang warna-warni," ujarnya.

    Di tempat yang sama, Kepala Lapas Wanita kelas II A Sukamiskin Bandung Surta Duma Sihombing mengatakan harga lukisan tersebut belum ditentukan oleh Jibek. "Harganya belum ditentukan. Nanti kita antar ke Pak Wali Kota, baru dibayar di sana," tuturnya.



    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.