Golkar Pecah Lagi soal Ketua DPR, Priyo: Kami Siap Ketemu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ka-ki) Agus Gumiwang Kartasasmita, Priyo Budi Santoso dan Agung Laksono mengangkat tangan bersama saat menghadiri musyawarah nasional (Munas) IX Partai Golkar di Jakarta, 7 Desember 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    (ka-ki) Agus Gumiwang Kartasasmita, Priyo Budi Santoso dan Agung Laksono mengangkat tangan bersama saat menghadiri musyawarah nasional (Munas) IX Partai Golkar di Jakarta, 7 Desember 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Partai Golkar kubu Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, mengatakan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan pengurus Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie. "Secara informal, saya sudah berkomunikasi dengan Pak MS Hidayat, Ketua Harian Partai Golkar kubu Pak Aburizal Bakrie," kata Priyo di Gedung Nusantara III DPR pada Selasa, 22 Desember 2015.

    Priyo mengungkapkan, kubunya dan kubu Aburizal akan segera bertemu dalam beberapa hari ke depan untuk membicarakan usulan nama Ketua DPR yang baru sebagai pengganti Setya Novanto sekaligus rencana islah.
    "Formalnya memang belum ketemu. Tapi kami akan segera ketemu. Akan kami formalkan beberapa hari ke depan," ujarnya.

    Mantan Wakil Ketua DPR periode 2009-2014 tersebut pun mengakui bahwa kubunya telah siap untuk bertemu dengan kubu Aburizal. "Saya hari ini juga siap apabila Pak Jusuf Kalla memanggil atau menyerahkannya kepada kedua kubu. Tapi ini kan mau libur panjang, jadi memang sedikit repot. Tapi kami komunikasi terus," tutur Priyo.

    Priyo berujar, apabila kedua kubu dapat duduk bersama untuk membahas persoalan tersebut, Partai Golkar dapat mencalonkan satu nama saja untuk diajukan sebagai Ketua DPR yang baru. "Kalau nanti bisa duduk bersama, bisa mengerucut pada satu nama. Kami akan coba selesaikan di internal kami dulu, bisa di Kantor DPP," kata Priyo.

    Priyo pun tak menutup kemungkinan dengan adanya nama baru untuk diusulkan sebagai Ketua DPR mengingat banyak kader-kader Partai Golkar yang mumpuni. "Nama yang sekarang muncul nama yang baik. Tapi kan ada juga Titiek Soeharto, ada Fadel Muhammad, ada Bambang Soesatyo, ada Aziz Syamsuddin. Tapi harus dibicarakan berdua," ujar Priyo.

    Pada 16 Desember 2015 lalu, Setya Novanto secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR. Partai Golkar dari kubu Aburizal Bakrie mengajukan Ade Komaruddin sebagai pengganti Setya. Setya pun diplot sebagai pengganti Ade yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Akan tetapi, Partai Golkar dari kubu Agung Laksono mencalonkan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai pengganti Setya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.