Ingin Islah dengan Aburizal, Golkar Agung Bentuk Tim 7  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono, bersama wakil ketua Priyo Budi Santoso dan Sekjen Zainudin Amali, saat melakukan pertemuan tertutup dengan ketua umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, 11 Maret 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Umum DPP Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono, bersama wakil ketua Priyo Budi Santoso dan Sekjen Zainudin Amali, saat melakukan pertemuan tertutup dengan ketua umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, 11 Maret 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Priyo Budi Santoso, mengungkapkan, dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar tadi malam, kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono memutuskan menindaklanjuti langkah rekonsiliasi antara Partai Golkar kubu Agung dan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie.

    Untuk menindaklanjuti langkah tersebut, menurut dia, Partai Golkar kubu Agung memutuskan membentuk tim 7, yang terdiri atas Priyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainuddin Amali, Ibnu Munzir, Gusti Iskandar, Ali Wongso Sinaga, dan Taufik Hidayat.

    "Kami akan duduk satu meja dengan tim yang ditunjuk Pak Aburizal. Ini penting sehingga kami akan gunakan waktu reses ini untuk menyatukan dua kubu," ujar Wakil Ketua DPR periode 2009-2014 tersebut. 

    Meski demikian, Priyo mengatakan kubunya ada dalam posisi menunggu karena rencana islah ini diinisiasi Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Kami juga menunggu komunikasi dari kubu sebelah. Sesungguhnya kami berteman, untuk itu kami ingin ini diselesaikan dengan baik. Kalau belum selesai juga, berarti di Golkar masih ada dualisme," ucapnya.

    Priyo berujar, apabila kubu Aburizal tetap berkukuh bahwa kepengurusan yang sah adalah kepengurusan hasil Munas Bali, kubu Agung pun berencana menyelenggarakan munas kembali pada 2016. "Kalau islah DPP ini tidak bersambut, kami akan menyelenggarakan munas untuk mencari ketua umum definitif. Saya sebenarnya sedih menyaksikan ini. Tapi, ya, bagaimana lagi," katanya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.