Cerita Ahok Dibantu Agus Rahardjo, Ketua KPK yang Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK bersama Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 16 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK bersama Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 16 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta – Kamis, 17 Desember 2015, malam, Agus Rahardjo terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2015-2019. Sebelumnya, Agus merupakan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku sangat mengenal Agus. "Saya kenal Pak Agus, justru bukan kenal lagi," ucapnya di Balai Kota Jakarta, Jumat, 18 Desember 2015.

    Menurut cerita Ahok, Agus pernah menolongnya dengan membuatkan rancang bangun Rumah Sakit Koja. Kemampuan Ahok menghapus outsourcing pun tak lepas dari peran Agus. "Jadi, tiap kali minta tolong, ke Pak Agus Rahardjo," ujarnya.

    SIMAK: Siapa Agus Rahardjo, Ketua KPK 2015-2019?

    Saat ulang tahun LKPP, Agus mengundang Ahok. Di sana, Agus menyampaikan kepada Ahok agar menjadikan Jakarta sebagai model e-catalog. "Jadi, kalau Anda bicara e-catalog di republik ini, yang saya suka ngomong e-catalog, e-catalog di LKPP itu berhubungan langsung dengan Pak Agus Rahardjo," katanya.

    Ahok berharap, dengan terpilihnya Agus sebagai Ketua KPK yang baru, semua kabupaten, kota, dan provinsi bisa memanfaatkan anggaran dengan baik. Selain itu, ia berharap pembelian barang di e-catalog semakin banyak sehingga pengawasan bisa dengan mudah dilakukan. Agus terpilih sebagai Ketua KPK periode 2015-2019 setelah memperoleh 44 suara. Agus terpilih melalui voting putaran II yang dilakukan Komisi III DPR di Jakarta, Kamis, 17 Desember 2015.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.