Ical Dukung Setya Laporkan Menteri Sudirman ke Bareskrim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto menjawab pertanyaan awak media usai menjalani sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Desember 2015. Sidang yang berlangsung tertutup tersebut berlangsung selama kurang lebih lima jam. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto menjawab pertanyaan awak media usai menjalani sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Desember 2015. Sidang yang berlangsung tertutup tersebut berlangsung selama kurang lebih lima jam. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau akrab disapa Ical menganggap wajar pelaporan yang dilakukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto terhadap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Menurut dia, itu merupakan hak Setya yang merasa nama baiknya dicemarkan.

    "Itu hak, dong. Itu hak dari seseorang yang merasa nama baiknya tercemarkan. Saya kira wajar saja orang melakukan satu tuntutan," kata Ical di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Desember 2015.

    Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto melaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Firman Wijaya, selaku kuasa hukum Setya, mengatakan Sudirman telah melakukan pencemaran nama baik, fitnah, penghinaan, dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    Menurut Firman, kasus yang juga menyeret nama pengusaha minyak Mohammad Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin tersebut merupakan sebuah kepalsuan yang terencana. Selain itu, Firman menganggap tuduhan Sudirman terkait dengan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta permintaan saham yang dibuktikan dengan rekaman telah merusak dan mendelegitimasi Setya.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe