Supir GoJek Surabaya Unjuk Rasa, Mengaku Ditipu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi Gojek wanita berorasi saat unjuk rasa ratusan pengemudi Gojek di Balai Kota bandung, Jawa Barat, 1 Desember 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Pengemudi Gojek wanita berorasi saat unjuk rasa ratusan pengemudi Gojek di Balai Kota bandung, Jawa Barat, 1 Desember 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Surabaya - Ratusan pengemudi GoJek di Kota Surabaya menggelar aksi demonstrasi, Kamis 3 Desember 2015. Mereka berkumpul di Taman Bungkul Surabaya dan beriringan menuju kantor GoJek di Jalan Tidar, Surabaya.

    Ratusan pengemudi yang rata-rata memakai jaket GoJek itu menuntut manajemen transparan. Selama ini mereka menganggap banyak penipuan yang telah dilakukan oleh manajemen GoJek.

    “Manajemen perusahaan GoJek seakan sewenang-wenang, itu yang membuat kami menggelar aksi,” kata Koordinator Aksi Solidaritas Driver GoJek, Hendraven, kepada wartawan di sela aksinya, Kamis 3 Desember 2015.

    Bahkan, kata Hendraven, sering kali manajemen perusahaan GoJek memberikan sanksi suspend atau penghentian aplikasi driver gojek, tanpa menjelaskan terlebih dahulu kesalahan para drivernya. Akibatnya, para pengemudi GoJek yang terkena sanksi itu tidak bisa mengambil jatah penumpang yang memesannya. “Seharusnya, kalau memang kami salah, tunjukkan dong kesalahannya,” kata dia.

    Selain itu, ada pula pengemudi GoJek yang dikenai denda uang hingga ratusan juta rupiah, padahal tidak ada penjelasan tentang denda tersebut. Kondisi itu membuat geram para pengemudi GoJek di Surabaya. Bahkan, kata Hendraven, kondisi semacam ini juga terjadi di beberapa kota di Surabaya, seperti Bandung dan Makasar yang sudah mulai menggelar demo sejak beberapa hari sebelumnya.

    Menurut Hendraven, ratusan GoJek se Kota Surabaya itu menuntut transparansi sistem manajemen, seperti penjelasan suspend, denda, potongan withdraw bermasalah. Selain itu, tidak adanya menu cancel di aplikasi driver untuk menghindari order fiktif juga dinilai sebagai sumber masalah. “Kami minta jaminan asuransi dan menuntut pembatalan suspen massal,” kata dia.

    Hendraven menambahkan, pihaknya telah berusaha menanyakan secara baik-baik berbagai sanksi yang diberikan kepada teman-temannya itu. Namun ketika berusaha diklarifikasi, pihak manajemen selalu beralasan hanya menjalankan tugas, dan sanksi itu merupakan rahasia perusahaan. “Oleh sebab itu, kami minta kepada semua manajemen tidak bermain di belakang kami,” kata dia.

    Sampai berita ini diturunkan, konfirmasi dari manajemen GoJek di Surabaya masih diupayakan Redaksi.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.