Bahaya Teroris Turun, Turis Asing Berani Kunjungi Danau Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah turis mancanegara memanfaatkan jembatan Pamona untuk bersantai menikmati suasana danau Poso di Kelurahan Tantena, Kecamatan Pamona Pusalemba, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (23/7). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah turis mancanegara memanfaatkan jembatan Pamona untuk bersantai menikmati suasana danau Poso di Kelurahan Tantena, Kecamatan Pamona Pusalemba, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (23/7). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kunjungan wisatawan domestik dan turis mancanegara ke obyek wisata Danau Tambing, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, meningkat cukup drastis setelah bahaya terorisme menurun. Data ini disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Lore Lindu, Sudaryatna.

    "Hingga akhir November 2015 sudah sekitar 3.000 wisatawan mancanegara dan Nusantara mengunjungi obyek wisata Danau Tambing," katanya di Desa Sedoa, Kabupaten Poso, Senin, 30 November 2015.

    Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang tidak sampai 1.000 orang.  Sudaryatna mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan makin terlihat pada kurun tiga bulan terakhir.

    Menurut dia, beberapa bulan sebelumnya, obyek wisata tersebut sempat vakum terkait dengan gangguan keamanan yang terjadi di wilayah Kecamatan Lore dan juga Poso Pesisir. "Gangguan teroris menyebabkan wisatawan, termasuk lokal enggan mengunjungi obyek wisata yang berada pada ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut," katanya.

    Namun, dalam waktu tiga bulan terakhir ini, wisatawan terus berdatangan ke lokasi wisata yang terletak di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso. Ia juga mengatakan pada hari libur Sabtu dan Minggu, rata-rata jumlah wisatawan Nusantara maupun mancanegara yang datang ke Danau Tambing berkisar 100-200 orang.

    Dalam sepekan ini saja, kata dia, ada lebih sepuluh turis dari Belanda, Denmark, dan Amerika yang berkunjung ke Danau Tambing. Para turis kebanyakan adalah para penggemar dan peneliti burung.

    Selain danaunya yang indah sebagai daya tarik, juga para pengunjung dapat menyaksikan berbagai jenis burung dengan warna-warni menakjubkan hidup dan berkembang biak di kawasan hutan sekitarnya. "Ini yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan," kata Sudaryatna.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.