Wisata Sambut Gerhana Matahari Digelar di Sulawesi Tengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian orang mengamati gerhana matahari dengan kacamata, Minggu 20 Mei, 2012 di Chico, California. Gerhana annular, di mana bulan segaris dengan matahari dan hanya menyisakan cincin emas di sekitar tepi. (AP Photo/The Chico Enterprise-Record, Ty Barbou)

    Sebagian orang mengamati gerhana matahari dengan kacamata, Minggu 20 Mei, 2012 di Chico, California. Gerhana annular, di mana bulan segaris dengan matahari dan hanya menyisakan cincin emas di sekitar tepi. (AP Photo/The Chico Enterprise-Record, Ty Barbou)

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah (Sulteng) berencana menggelar atraksi wisata khusus untuk menyambut wisatawan domestik dan mancanegara yang ingin mengamati gerhana matahari total pada Maret 2016.

    "Ada empat kabupaten dan Kota Palu akan menjadi titik pengamatan gerhana. Semuanya sedang menyiapkan berbagai atraksi seni, budaya, dan promosi kepariwisataan," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah Siti Norma Mardjanu pada Jumat, 27 November 2015.

    Kota Palu serta Kabupaten Banggai, Sigi, Poso, dan Tojo Unauna akan menggelar acara seni dan budaya untuk memperkenalkan potensi wisata mereka.

    "Semua daerah akan mengangkat potensi kearifan lokal wilayahnya masing-masing," ujarnya.

    Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tengah juga berencana menggelar panggung budaya dan hiburan di Sigi dan Palu saat gerhana matahari.

    Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tengah, sudah ada sekitar 3.000 wisatawan mancanegara yang sudah memesan penginapan untuk menyaksikan gerhana matahari total pada 9 Maret 2016.

    Gerhana matahari total 9 Maret 2016 bisa diamati selama sekitar tiga menit pada pukul 07.00 waktu setempat dari 12 kota di 10 provinsi di Indonesia, termasuk Palu, Poso, Luwuk, Halmahera, Tidore, Ternate, Sampit, Balikpapan, Palangkaraya, Belitung, Bangka, dan Palembang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.