Selasa, 17 September 2019

Kisah Buruh Tani Tawarkan Ginjal Rp 1,2 M kepada Presiden Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang buruh tani, Susanto, warga Pandeglang, Banten, menawarkan ginjalnya untuk biaya pengobatan anaknya. TEMPO/Darma Wijaya

    Seorang buruh tani, Susanto, warga Pandeglang, Banten, menawarkan ginjalnya untuk biaya pengobatan anaknya. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Pandeglang - Seorang buruh tani warga Desa Teluk Lada, Kampung Kelapa Cagak, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten, berjalan kaki dari desanya menuju Istana Negara Jakarta beberapa waktu lalu. Susanto, sang buruh tani, mendatangi Istana Negara agar bisa bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk menawarkan ginjalnya senilai Rp 1,2 miliar. "Tujuannya sih mau menjual ginjal ke Presiden Jokowi," kata Susanto. "Harapannya sih beliau mau."

    Namun harapan Susanto tak terkabul. Susanto nekat mendatangi Istana Negara lantaran tidak punya biaya untuk pengobatan anaknya, Adrian, 5 tahun. Ia pun menawarkan kepada siapa saja yang mau membeli ginjalnya seharga Rp 1,2 miliar. Kenapa sampai sebesar itu?

    Susanto menuturkan, sejak berusia 2,5 tahun, anak pertamanya, Adrian, menderita gizi buruk. Belakangan, sang anak menderita sakit keras. Kulitnya menguning. Awalnya ia membawa Adrian ke Rumah Sakit Berkah Pandeglang. Rumah sakit tersebut lantas memberi rujukan agar Adrian dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

    Ketika mendapat perawatan di RSCM itulah, Adrian didiagnosis mengidap hepatitis B atau liver. Susanto mengatakan, "Dokter menyarankan Adrian menjalani operasi transpalasi hati atau cangkok hati." Total biaya operasi itu, kata Susanto, sambil menunjukkan rincian biaya, bisa mencapai Rp 1,2 miliar.

    Karena pekerjaannya sebagai buruh tani, Susanto tidak mampu menyediakan biaya pengobatan sebesar itu. Sementara itu, asuransi BPJS hanya bisa menanggung biaya pengobatan Adrian hingga Rp 250 juta. Maka, tak ada pilihan bagi ayah dengan dua anak ini selain menjual ginjalnya kepada siapa saja yang mau membelinya.

    Sementara itu, istri Susanto, Waskem, terpaksa menjadi buruh migran di luar negeri untuk mencari ongkos pengobatan Adrian. Kini kondisi tubuh Adrian terus mengecil dengan perut buncit dan mata mulai menguning akibat kerusakan hati yang sudah tidak berfungsi lagi sebagai penawar racun tubuh.

    DARMA WIJAYA

    Simak videonya:

    Buruh Tani Ini Tawarkan Ginjalnya Rp 1,2 M ke... oleh tempovideochannel



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.